Updated: Wed, 12 Jun 2013 05:00:00 GMT

7 Tur Wisata Bahaya yang Menuntut Nyali, `Kegilaan`, Bahkan Nyawa

Jika penikmatnya tak cedera berat atau bahkan tewas, ia akan punya kisah luar biasa untuk diceritakan.


7 Tur Wisata Bahaya yang Menuntut Nyali, `Kegilaan`, Bahkan Nyawa

Liputan6.com, Liburan tak melulu belanja, tempat indah, kenyamanan. Ada jenis liburan yang menantang nyali, saking ekstremnya, jika penikmatnya tak cedera berat atau bahkan tewas, ia akan punya kisah luar biasa untuk diceritakan.

Ada sejumlah lokasi yang menjadi destinasi wisata terkenal justru karena risikonya. Antara lain bungee jumping di perairan penuh buaya, menambang dengan dinamit, atau tur ke pabrik barang haram kokain.

Berikut 7 lokasi tur ekstrem dan berbahaya seperti dimuat News.com.au, Selasa 11 Juni 2013.

1. Tur ke pabrik kokain

Narkotika yang mewabah Kolombia selama bertahun-tahun kini diubah menjadi daya tarik wisata. Dengan biaya US$ 9 atau sekitar Rp 90.000, turis akan dibawa berkeliling ke perairan di Karibia, La Ciudad Perdida -- "Kota yang Hilang".

Sepanjang rute yang dilalui, pemandu akan menunjuk ke kebun tanaman koka yang digunakan untuk membuat obat terlarang, sebelum akhirnya sampai ke laboratorium di mana kokain dibuat.

Sampai di lab, yang biasanya tak ada apapun di sana, kecuali terpal atau meja, pemandu akan menjelaskan bagaimana barang haram itu dibuat.

Tantangannya, tur ini ilegal. Siapapun yang kebetuan tertangkap dengan pembuat obat, bakal disanksi berat.

2. Menambang perak dengan dinamit

Merangkak di atas lumpur, berlutut sambil membawa tas penuh dinamit adalah "atraksi wisata" yang bisa dilakukan di Tambang Perak, Potosi, Bolivia.

Blogger wisata. Britany Robinson, menceritakan pengalamannya mengikuti tur semacam ini. Ia menceritakan bagaimana mengaruhi kanal banjir menuju ke terowongan gelap, mengenakan masker yang sama sekali tak mampu menyaring sempurna udara pekat penuh debu.

Sebelum menuju ke pertambangan, para wisatawan dibawa ke toko, untuk memberi hadiah untuk para penambang -- daun koka, alkohol, jus, dan opsi tambahan: dinamit.

Sebelum "atraksi" dinamit dimulai, pemandu wisata membagikan alkohol berkadar 95 persen kepada turis dan para pekerja tambang. "Selama 10 detik yang terasa seperti seumur hidup, terowongan berguncang, mengerang dengan keras. Hujan debu tebal dan kerikil turun deras di luar lubang," tulis Britany. Meski berada dalam jarak aman, ia mengaku terkejut bukan kepalang dan terlontar ke dinding. Sungguh berbahaya.

3. Bungee jumping di sungai penuh buaya

Di jembatan Victoria Falls, di atas Sungai Zambesi, para turis bisa mencoba tantangan besar: melompat dengan kepala masuk duluan ke air, di perairan penuh buaya.

Pengelola atraksi, Safari Par Excellence dalam situsnya menyebut, pengalaman bungee jumping itu "melompat dari ketinggian 111 meter dengan adrenalin murni".

"Melompat dari Jembatan Victoria Falls bisa dikategorikan sebagai pengalaman yang terindah di dunia. Tapi bukan untuk orang berjiwa lemah."

Tentu saja, itu bukan tanpa risiko. Seorang turis asal Australia, Erin Erin Langworthy punya pengalaman buruk. Desember tahun lalu, kabel pengamannya terbelah jadi dua, ia jatuh dengan tali terikat ke sungai. Untung masih selamat.

4. Melintasi Death Road

Jalan kematian (Death Road) berada di La Paz to Coroico, Bolovia. Tiap tahunnya, ada 200 sampai 300 orang yang tewas di jalan sepanjang 70 kilometer itu -- yang masuk daftar salah satu jalan paling berbahaya di muka bumi.

Reporter perjalanan, Jessica Festa menulis pengalamannya bertaruh nyawa di Death Road di situs Gadling.

"Medannya kasar, jalannya sempit. Tak ada cukup jarak untuk bergerak. Di sepanjang jalan, kau bisa melihat tugu peringatan yang dibangun untuk mereka yang kehilangan nyawa di sana," kata dia.

Misalnya area yang disebut "The Balcony", di mana sejumlah politisi tewas. "Jika Anda menuruni lembahnya yang curam, yang tentu saja sama sekali tak disarankan, niscaya bisa dilihat sejumlah bangkai bus yang jatuh ke jurang."

5. "Memburu" tornado di AS

Sejak awal musim badai mematikan di Amerika Serikat, setidaknya 100 pencari sensasi menegangkan mendaftar untuk melakukan perjalanan yang dikelola Extreme Tornados -- perusahaan yang khusus membawa turis sedekat mungkin dengan tornado.

Tak gentar dengan ancaman maut tornado, yang menewaskan setidaknya 20 orang saat menyapu Midwestern, Oklahoma sepanjang Juni ini.

Extreme Tornados menjanjikan pengalaman yang "menggembirakan, sekaligus mengubah hidup untuk selamanya". Tak hanya menanggung risiko besar, harga tur ini sama sekali tak murah. Yakni US$ 2.600 atau sekitar Rp 26 juta, termasuk makan dan tiket pesawat.

Tur tersebut dimulai dari pertengahan April sampai Juli, di pusat-pusat tornado.

"Ada dua tipe peminat, mereka yang ingin menguji adrenalin dan lainnya terobsesi dengan cuaca," kata pemandu tur tornado, Dave Holder pada NBC. "Mirip orang-orang yang bisa menikmati skydiving atau mendaki gunung."

6. Menyusuri sungai di pakai ban

Naik ban bekas menyusuri sebuah sungai di Laos, kedengarannya tak berbahaya. Namun, beda ceritanya jika aksi itu dikombinasikan dengan pesta alkohol buatan setempat-- entah apa nama dan bahan pembuatnya. Hasilnya: bahaya.

Tahun lalu, gadis asal Melbourne, Annika Morris (19) ditarik dalam kondisi tak sadarkan diri ke dari Sungai Vang Vieng. Ia sakit keras sesaat setelah meminum whisky lokal, selum menyusuri sungai dengan ban traktor.

Saat itu, ia mendadak kehilangan penglihatan, tak sadarkan diri, dan kemudian berhenti bernafas. Nyawanya selamat berkat CPR yang dilakukan temannya.

Sebelumnya, dua WN Australia tewas saat mengikuti tur itu. Lee Hudswell (26) asal Sydney pada Januari 2012 saat melompat dari ke sungai dengan ban melingkar di tubuhnya, mabuk berat.

Juga Daniel Eimutis (19) asal Melbourne, ditemukan tak bernyawa setelah 3 hari dinyatakan hilang bersama bannya.

Meski bisa merenggut nyawa, peminatnya tak lantas surut. Ada ratusan wisatawan tiap tahunnya. Dengan iming-iming akomodasi murah, bir, sinar matahari, dan sungai.

7. Jalan Pusher, Christiania di Denmark

Ini mungkin menjadi salah satu atraksi wisata paling menarik di Denmark, meski "kasar dan licik".

Apa menariknya sebuah jalan bernama Pusher? Dari sejarahnya, kawasan Christiania -- nama aslinya -- didirikan 1971 lalu saat sekelompok orang melubangi jeruji kawat di barak militer di Badmandsgade.

Area tersebut kemudian dikenal sebagai Jalan Pusher (pendorong). Tempat di mana kebebasan tak terbatas, orang-orang bisa membeli narkoba di warung jalanan.

"Menurut Kepolisian Copenhagen, area sekitar Pusher Street dikuasai dan dikendalikan organisasi kriminal," demikian ujar situs Visit Copenhagen. "Para penduduknya menerapkan aturan yang harus dipatuhi para pengunjung, demi alasan keamanan."

Siapapun yang nekat melanggar bakal diancam, jadi target kekerasan, bahkan dirampok para penjaja obat terlarang.

Aturan yang tak boleh dilanggar termasuk: tak boleh memotret, berlari, dan bicara di telepon. Jika seseorang lupa atau tak melihat rambu-rambu yang dipasang di sana, setidaknya, tolong, jangan berlari. "Itu akan membuat kami berpikir, polisi datang menyerbu."

Tur ke area itu tersedia setiap hari pada pukul 15.00 di musim panas, 26 Juni-31 Agustus, dan setiap akhir pekan sepanjang tahun. Ongkosnya relatif murah meriah, US$ 7 atau sekitar Rp 70.000. (Ein)

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.020 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.422 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    756 respon

Total Respon: 8.198
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft