Republika Online
Updated: Wed, 19 Dec 2012 17:43:08 GMT

Warga berdemo Tuntut Penutupan Gereja



Warga berdemo Tuntut Penutupan Gereja

Warga berdemo Tuntut Penutupan Gereja

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Ratusan anggota organisasi Islam DI Yogyakarta menggelar aksi demo di halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Rabu (19/12). Mereka mendesak pemerintah mengambil sikap terhadap gereja tak berizin yang beroperasi pekan lalu.

Sebelumnya, perwakilan ormas tersebut sudah kerap kali berusaha mengajak pihak gereja melakukan mediasi, hingga akhirnya melayangkan surat teguran. Namun, karena tidak mendapat tanggapan, mereka akhirnya mengembalikan permasalahan itu kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Menurut informasi yang dihimpun Republika, gereja tersebut sudah dua tahun beroperasi tanpa memiliki surat izin. Pasalnya, bangunan yang berdiri di tanah itu, awalnya merupakan tempat tinggal pribadi, kemudian tanpa adanya sosialisasi dan perizinan, rumah itu beralih fungsi menjadi tempat ibadah.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa meneriakkan seruan keagamaan, dan menandatangani spanduk berisi penolakan adanya gereja tersebut. Sampai akhirnya, beberapa perwakilan ormas tersebut, mendapat kesempatan audiensi bersama Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman di ruang rapat kantor Bupati. Purnomo juga menyatakan, keberadaan gereja tersebut memang tidak berizin. Pasalnya, beberapa waktu lalu, pengelola tempat ibadah itu pernah mengajukan izin ke Pemkab namun tidak disetujui.

"Pasalnya, pihak gereja belum melengkapi persyaratan yang ada, salah satunya izin lingkungan," kata Purnomo kepada wartawan usai melakukan audiensi.

Dia meminta pihak demonstran bisa menaati aturan, khususnya tidak melakukan tindakan pembongkaran gereja. Dengan begitu, suasana wilayah Sleman tetap aman dan kondusif.

Berdasarkan hasil audiensi, kedua belah pihak sepakat untuk meyegel gereja tersebut dalam kurun waktu 1x24 jam, terhitung mulai Rabu siang. Selanjutnya, kasus ini juga akan dibawa ke ranah pengadilan, karena terbukti ada aturan yang dilanggar," katanya.

Dia mengungkapkan, penolakan masyarakat sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Karena itu, akhirnya dibuat kesepakatan antarwarga, pemilik gereja dan Pemkab Sleman, agar tempat ibadah itu tidak beroperasi sementara waktu selama belum memiliki izin. Namun kenyataanya, pihak gereja justru melanggar kesepakatan tersebut.

Anggota Forum Umat Islam (FUI) Sleman, Abdurahman mengungkapkan, warga selama ini resah karena pihak pengelola mengoperasikan kembali gereja itu tanpa sosialisasi. "Bahkan mereka membawa sekelompok orang untuk menghalangi warga agar tidak menganggu," katanya.



3Komentar
19 Des, 2012 19:41
avatar
Ya, gimana mau dapet izin gereja, kalo misalnya di tanah air aja dapet izin bangun gereja mah setengah mati... mesti ke Pemda-lah, mesti minta perizinan rakyat sekitar... Ujung-ujungnya mah maen duit ke mana-mana. Ngakunya menjamin kebebasan tiap warganegara dalam memeluk agama masing-masing... Lebih gak heran lagi, wong agama mayoritasnya apa?  

Coba ada gak orang demo karena bangun mesjid tanpa izin? Saya yakin gak ada. Bukan karena semua mesjid di Indonesia berizin (dan pasti gampang perizinannya, gak sesusah izin gereja!), saya yakin ada juga yang gak berizin. Masalahnya, balik lagi yang mayoritas agama apa. Dan terakhir, karena yang ke gereja itu pada ada kerjaan semua, sibuk. Gak sempet ngurus demo buat ngegusur/nutup tempat ibadah agama orang laen. Tengsin.
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.920 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.113 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    717 respon

Total Respon: 7.750
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft