Republika Online
Updated: Tue, 21 May 2013 05:41:15 GMT

Tiga Pelajar Gagalkan Aksi Pemerkosaan



Tiga Pelajar Gagalkan Aksi Pemerkosaan

Tiga Pelajar Gagalkan Aksi Pemerkosaan

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Tiga pelajar salah satu SMP negeri di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil menggagalkan aksi pemerkosaan terhadap seorang perempuan di wilayah tersebut.

Menurut Wakapolsek Ciawi AKP Ricky Wowor, ketiga pelajar tersebut masing-masing, Aziz (15), Ilham (13), dan Abdurahman (13) merupakan warga setempat.

"Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi, yakni ketiga pelajar itu beserta korban," kata AKP Ricky di Ciawi, Senin (20/5).

AKP Ricky mengatakan, remaja berinisial P (14) nyaris menjadi korban pemerkosaan dengan pelaku AH (16), tukang ojek di kawasan wisata Tapos, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi.

Kejadian bermula saat pelaku, AH menjemput korban di kediamannya dengan dalih diperintah oleh pacar korban untuk dijemput jalan-jalan.

Pelaku lalu membawa korban ke lokasi kejadian. Saat pelaku hendak melakukan perbuatan jahatnya, korban berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan korban minta tolong, tiga pelajar Aziz, Ilham, dan Abdurahman yang kebetulan melintas di sekitar lokasi langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Beruntung, ketiganya langsung mengambil tindakan berteriak memancing perhatian warga sekitar untuk menangkap pelaku percobaan pemerkosaan itu.

Ketiganya juga ikut mengamankan pelaku yang mencoba melarikan diri saat dikejar warga yang datang ke lokasi kejadian.

Pelaku sempat dihakimi warga yang geram dengan perbuatan pelaku. Tidak lama berselang, anggota Kepolisian Sektor Ciawi segera mendatangi tempat kejadian dan mengamankan pelaku yang sudah babak belur.

"Kami juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor dengan nomor polisi F 2653 GN yang digunakan pelaku saat menjemput korban," katanya.

Selain mengamankan pelaku, lanjut AKP Ricky, pihaknya juga mengirim korban ke RSUD Ciawi untuk dilakukan visum.


"Pelaku sudah kami amankan, pemeriksaan sedang dilakukan, pelaku dikenai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara," ujarnya.

AH mengaku khilaf atas perbuatannya. Dirinya tergoda dan nekat melakukan tindakan tersebut lantaran sebelumnya melihat video porno. "Saya khilaf dan menyesal. Sebelumnya, saya nonton video porno dulu," ujarnya.

1Komentar
22 Mei, 2013 15:05
avatar
Kapan ya Pemerintah dan aparat kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap video2 porno yg beredar di masyarakat luas, ini sgt memprihatinkan karena video2 porno ini sangat besar kontribusinya dalam tindak laku pemerkosaan...
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    808 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.451 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    178 respon

Total Respon: 4.437
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft