Republika Online
Updated: Tue, 10 Sep 2013 15:08:29 GMT

Resepsi Putri Yogya Gunakan Bunga Impor Belanda dan Cina



Resepsi Putri Yogya Gunakan Bunga Impor Belanda dan Cina

Resepsi Putri Yogya Gunakan Bunga Impor Belanda dan Cina

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Resepsi pernikahan putri Sultan Hamengku Buwono X GKR Hayu (GRAj. Nurabra Juwita) dengan KPH Notonegoro (Angger Wibowo) di Bangsal Kepatihan (Kantor Gubernur DIY), akan dimulai Rabu (23/10) besok, sekitar pukul 10.00 WIB.

Hal ini berbeda dengan pernikahan putri bungsu Sultan GKR Bendara yang dilaksanakan malam hari. Karena dalam resepsi GKR Hayu, Raja Kraton Yogyakarta Sultan HB X juga akan menggunakan kereta dari Kraton menuju Kepatihan, kata adik Sultan HB X yang juga salah satu panitia pernikahan putri Sultan HB X , GBPH Yudhaningrat pada wartawan, di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (10/9).

Menurut Gusti Yudha (panggilan akrab GBPH Yudhaningrat), rencananya Sultan akan menggunakan kereta Kyai Wimono Putro (kendaraan putra mahkota) yang ditarik oleh delapan kuda. Sedangkan kedua mempelai akan menggunakan kereta Kyai Jong Wiyat yang juga ditarik oleh delapan kuda.

General Manajer Mahkota Weeding Indra Suryajaya yang merupakan Event Organizer pernikahan putri keempat raja Kraton Yogyakarta Pemilik Visi Dekor pernikahan GKR Hayu berlangsung tanggal 21-23 Oktober.

Untuk resepsi pernikahan putri Sultan HB X kali ini berlangsung pagi hingga siang hari. ''Kami akan dilibatkan dalam semua proses pernikahan dari siraman, midodareni sampai akad nikah dan resepsi,''kata dia.

Sementara Pemilik Visi Dekor Nur Delianci yang mengurusi dekorasi, pihaknya akan mendatangkan bunga dari Cina dan Belanda sebagai master pieceutama dekornya.

''Namun bunga impor ini hanya kami pakai sebagai pelengkap di bagian belakang pelaminan dan yang tampak saat difoto,''kata Nur pada wartawan, usai melakukan rapat persiapan untuk resepsi putri keempat Gubernur DIY Sultan HB X, di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (10/9).

''Dekorasi yang dominan memang bunga, tetapi sekitar 80 persen bunga yang akan digunakan merupakan bunga lokal. ''Bunga impor itu ide saya dan hanya untuk pemanis dan sebagai warna dasar yakni hijau dan putih,''kata dia.

Kalau pesan dari pengantin sendiri bunganya tidak berbau dan berserbuk sari karena kedua mempelai ada sedikit alergi dengan bunga.''Kalau di kamar pengantin tidak ada bunga sama sekali,''tuturnya.

Warna mendominasi dokorasi antara ungu dan biru. Di samping bunga, kata Nur menambahkan, juga ada janur yang merupakan permintaan dari GKR Hemas. Karena janur ciri khas Yogyakarta. Jadi nanti dekor bunga dipadukan dengan janur.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    662 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    2.760 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    144 respon

Total Respon: 3.566
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft