Republika Online
Updated: Sun, 30 Jun 2013 23:04:06 GMT

Puncak Pass Cianjur-Bogor Macet



Puncak Pass Cianjur-Bogor Macet

Puncak Pass Cianjur-Bogor Macet

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Kemacetan arus lalu lintas terjadi di jalan raya Puncak Pass terutama dari arah Cianjur menuju Bogor, Jawa Barat, Ahad (30/6) malam.

Untuk mengurai kemacetan petugas lalu lintas Polres Cianjur, mengarahkan pengguna jalan tujuan Bogor menggunakan jalur alternatif Jongol dan Sukabumi. Sedangkan pengguna jalan yang terjebak di jalur Cipanas-Puncak, diarahkan menggunakan jalur alternatif Puncak Dua.

Seperti terpantau, meskipun diberlakukan sistem buka-tutup satu arah menuju Bogor Pukul 18.30, antrean kendaraan terus memanjang.

Fuad Faizin (26), pengguna jalan warga Pasekon, Cipanas, mengatakan terjebak selama 2,5 jam di Jalur Cianjur-Cipanas untuk sampai ke rumahnya yang hanya berjarak lima kilometer tepatnya di Jalan Raya Ciherang. "Kalau normal untuk sampai ke rumah saya dari Ciherang hanya butuh waktu lima menit. Namun kali ini, harus 2,5 jam," katanya dengan nada kesal.

Sementara itu, puluhan pengemudi dengan tujuan Bogor yang terjebak di Jalur Cianjur-Cipanas, memilih untuk memutar arah menggunakan jalur Jonggol.

Menjelang tengah malam antrean panjang kendaraan terjadi menuju arah Cianjur dari Cipanas, sehingga jalur Cipanas-Cianjur dan Cipanas-Puncak, nyaris lumpuh total akibat antrean panjang dari kedua arah terus memanjang dan kendaraan tidak dapat bergerak selama dua jam. Setelah diberlakukan sistem satu arah menuju Bogor, kendaraan kembali dapat bergerak meskipun tersendat.

Informasi dari petugas yang terus berupaya memutus rantai kemacetan di jalur tersebut, antrean panjang terutama diakibatkan kendaraan yang keluar dari tempat wisata yang banyak terdapat di kawasan Puncak-Cipanas.

"Sebagian besar kendaraan bernomor polisi Jakarta, memadati kawasan ini sejak pagi hingga sore menjelang. Menjelang malam kendaraan yang keluar dari tempat wisata memicu terjadinya antrean," katanya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.692 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.455 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    631 respon

Total Respon: 6.778
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft