Republika Online
Updated: Wed, 27 Feb 2013 14:16:42 GMT

Polisi Tangkap Dua Lagi Komplotan Pelaku Pencurian Plus Penembakan



Polisi Tangkap Dua Lagi Komplotan Pelaku Pencurian Plus Penembakan

Polisi Tangkap Dua Lagi Komplotan Pelaku Pencurian Plus Penembakan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pelaku yang terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan, pada Senin (25/2) kemarin di Ciracas, Jakarta Timur, Deni Saputra, tertangkap. Saat ini, kepolisian terus memburu satu pelaku lagi, berinisial AD, yang saat peristiwa berhasil melarikan diri.

Walau AD belum tertangkap, akan tetapi Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto, mengatakan, dua anggota kelompok dari komplotan pencuri ini sudah tertangkap.

"Inisialnya R dan T," tutur Toni, Rabu (27/2) saat ditemui dalam gelaran Apel Kapolda, di Mapolres Jakarta Timur.

Toni menjelaskan, R dan T ditangkap dalam kurun waktu saat peristiwa pencurian motor milik Kriston Hutagalung terjadi, hingga Selasa (26/2) malam. Keduanya ditangkap di daerah Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, mengatakan, memang pelaku pencurian yang menyebabkan tewasnya dua korban tersebut, berjumlah dua. "Akan tetapi komplotannya banyak," ujarnya.

R dan T ini, ia menagatakan, juga merupakan teman dari pelaku Deni, yang Senin berhasil ditangkap warga. Putut menjelaskan, dengan begitu, hingga saat ini pelaku dan komplotan yang tertangkap, berjumlah tiga orang.

"Sekarang anggota sedang melakukan pengejaran terhadap satu pelaku itu," ucapnya.

Ia menambahkan, tak hanya R dan T saja yang sudah tertangkap, diperkirakan jumlah komplotan anggota pencuri ini masih banyak. Dijelaskan dia, memang terdapat komplotan-komplotan curanmor tertentu yang berkelompok. Kelompok ini berbeda-beda.

Putut menjelaskan, ternyata pelaku kasus pencurian dengan kekerasan di di Jalan Tanah Merdeka IV, RT 06 RW 04 nomor 40, Kelurahan Rambutan, Ciracas ini, pernah melakukan kejahatan di wilayah Jakarta Timur dan tempat-tempat lain.

Terkait kepemilikan senjata api (senpi) yang digunakan AD saat melancarkan aksinya, ia mengatakan, kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menertibkan dan mengamankan peredaran senpi ilegal.

Ia pun tidak menutup mata, beberapa waktu belakangan ini kasus kejahatan disertai kekerasan marak terjadi. Oleh karena itu, ia mengerahkan jajarannya untuk terus melakukan tindakan preemtif dan preventif di lapangan. "Langkah preemtif, optimalkan fungsi Intelijen dan Binmas," katanya menerangkan.

Sedangkan upaya preventif, yaitu dengan menurunkan anggota-anggota polisi berseragam, yang terus berpatroli dengan mobil-mobil dinas. Jumlah polisi yang berpatroli ini pun, kata Putut, jumlahnya akan diturunkan sebanyak mungkin.

Kedua upaya ini, papar Putut, juga melibatkan personel Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas). Anggota Babinkamtibmas ini, akan berpatroli dengan menyambangi lingkungan-lingkungan kontrakan, kos-kosan, serta pemukiman warga. "Ini akan seterusnya dilakukan, tidak hanya karena peristiwa ini saja," ujarnya.

Upaya patroli seperti ini pun, ia tegaskan sudah berlangsung sejak lama. Terkait masih diburunya AD, Toni menambahkan, kemungkinan besar ia merupakan pelaku yang pernah melakukan kejahatan-kejahatan sebelumnya di wilayah DKI Jakarta.

"Oleh karena itu, kami akan mengecek catatannya di semua kepolisian," paparnya.

Toni menjelaskan, komplotan pelaku ini merupakan pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor, yang tak segan-segan tega melukai para korbannya. "Kami juga sedang mencari, di mana wilayah mereka biasa beroperasi. Tetapi, umumnya di Jakarta," imbuhnya.

Sebelumnya, dua hari yang lalu, Senin (25/2), terjadi aksi pencurian sepeda motor di sebuah rumah di Jalan Tanah Merdeka IV, RT 06 RW 04 nomor 40, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Pencurian ini dilakukan dua pelaku.

Akibat peristiwa itu, dua korban tewas dan mengalami luka tusuk, tiga mengalami luka tusuk, dan satu orang terkena luka tembak. Pelaku diketahui sedang mencuri sepeda motor Honda Vario Tekno bernomor polisi B 3399 TGL milik Kriston Hutagalung, yang terparkir di teras rumah.

Saat melancarkan aksinya, pelaku diteriaki rampok oleh penghuni rumah dan warga. Pelaku berinisial AD pun menembak korban Norma, ibu dari Kriston. Kriston dan satu warga yang menolong pun harus tewas oleh pelaku, sebab terkena luka tusuk. Histon, ayah Kriston, juga mengalami luka tusuk.

Warga berhasil menangkap pelaku Deni, yang saat itu membawa senjata tajam yaitu, sebilah pisau. Tetapi, AD kabur. Peristiwa sendiri berlangsung sekitar pukul 04.10 WIB.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.917 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.106 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    714 respon

Total Respon: 7.737
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft