Republika Online
Updated: Tue, 02 Apr 2013 20:07:09 GMT

PKS Anggap Penyadapan Kerap Disalahgunakan



PKS Anggap Penyadapan Kerap Disalahgunakan

PKS Anggap Penyadapan Kerap Disalahgunakan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Draf Revisi Undang Undang (RUU) Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) masih dinilai kontroversi, khususnya mengenai kewenangan penyadapan yang dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR menganggap kewenangan penyadapan perlu diatur dalam RUU KUHAP karena kerap disalahgunakan.

“Bukan rahasia umum kalau alat sadap itu disalahgunakan, tidak terkait tindak pidana korupsinya, tapi persoalan pribadinya,” kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Indra, yang ditemui di kantor Kemenkumham, Jakarta, Selasa (2/4).

Indra mengakui draf RUU KUHAP masih kontroversi, khususnya mengenai kewenangan penyadapan yang dimiliki institusi penegak hukum seperti KPK. Para pakar hukum, lanjutnya, juga masih berbeda pendapat terkait hal tersebut.

Ia menyatakan sangat mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi, namun di sisi lain, ia juga meminta agar hukum dapat menghormati hak privasi orang lain.

Menurut dia aturan itu perlu dicermati aantara memberika keleluasaan kewenangan penyadapan dan menghormati hak privasi orang lain. “Komisi III akan meminta pendapat para pakar mengenai kewenangan penyadapan ini,” tegasnya.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.180 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.250 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    454 respon

Total Respon: 6.884
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft