Republika Online
Updated: Thu, 06 Feb 2014 17:02:06 GMT

Pihak RSUD Bantah Perintahkan Ambulans Buang Pasien



Pihak RSUD Bantah Perintahkan Ambulans Buang Pasien

Pihak RSUD Bantah Perintahkan Ambulans Buang Pasien

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Dua saksi mantan Kasubag Umum dan Humas RSUD Dadi Tjokrodipo (DT), Heriyansyah, dan mantan Kepala Ruangan Rawat Inap E2, Mahendri, memenuhi panggilan penyidik Polresta Bandar Lampung, Kamis (6/2).

Heriyansyah melalui pengacaranya, mengklaim tidak memerintahkan membuang Suparman, pasien lanjut usia (lansia) di jalanan sampai meninggal dunia.

"Klien kami tidak memerintahkan keenam pelaku untuk membuang pasien tersebut," kata Rozali Umar, pengacara Heriyansyah saat mendampingi pemeriksaan di Polresta Bandar Lampung, Kamis (6/2).

Menurut dia, kliennya tidak tahu kalau pasien tersebut sudah dibuang enam pelaku tersebut. Ia mengatakan, Heriyansyah hanya mengurus surat rujukan pasien Suparman ke Rumah Sakit Jiwa di Kurungan Nyawa dan Dinas Sosial.

Sekretaris Peradi Lampung ini mengatakan, kliennya tidak mengetahui lagi pasien Suparman setelah dibawa Mahendri dan enam pelaku pihak RSUD DT tersebut. Heriyansyah tidak memeriksa lagi pasien yang mereka bawa tersebut, karena sudah jam istirahat, dan sudah urusan pihak ruang keperawatan.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.990 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.332 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    746 respon

Total Respon: 8.068
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft