Republika Online
Updated: Mon, 20 May 2013 16:48:36 GMT

Pesan Presiden SBY Buat KSAD Baru



Pesan Presiden SBY Buat KSAD Baru

Pesan Presiden SBY Buat KSAD Baru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pesan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) baru, Letjen TNI Moeldoko yang menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang pensiun akhir bulan ini.

"Ada arahan antara lain tujuh butir kepada saya sebagai KSAD yang akan digantikan Moeldoko," kata KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo di Istana Presiden, Jakarta, Senin (20/5).

Pertama, kepemipinan dan manajemen TNI yang sudah ada dijalankan dan dilanjutkan dengan benar. Kedua, TNI yang diharapkan rakyat adalah TNI yang profesional. Karena itu, perlu ada kemantapan dalam mengemban tugas.

"Ini juga pesan dari Presiden SBY agar dilanjutkan, ditingkatkan, dan disempurnakan baik dalam penyusunan kekuatan dan kemampuan termasuk modernisasi alutsista yang sedang kita jalankan, khususnya AD," ujar Pramono.

Ketiga, masalah kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Ia mengatakan seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya yaitu dengan gaji yang selalu mengikuti perkembangan ekonomi. Selain itu, juga terkait dengan perumahan, pendidikan, dan pembangunan markas-markas TNI di daerah.

Keempat, kekuatan TNI adalah adanya kedekatan atau bersama-sama rakyat. "Oleh karena itu, presiden berpesan agar melanjutkan apa yang sudah dikerjakan saat ini. Karena tanpa bantuan rakyat mungkin kita sulit menjadi kuat," kata Pramono.

Kelima, menjaga kekompakan internal TNI AD. Tak hanya itu, kedekatan dengan rakyat, TNI AL, TNI AU, dan Polri pun diperlukan. Keenam, agar langkah-langkah penertiban, pengadaan alutsista dan keuangannya harus dilaksanakan secara transparan.

Semuanya harus dilaksanakan secara transparan, terbuka, sehingga tidak ada kesan penggunaan anggaran yang kurang tepat. Terakhir alias ketujuh, dalam menghadapi Pemilu 2014, Presiden SBY menekankan agar TNI AD tetap netral, tidak berpolitik praktis.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.410 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.580 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    941 respon

Total Respon: 9.931
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft