Republika Online
Updated: Tue, 02 Jul 2013 09:32:21 GMT

Persidangan Kasus Cebongan Dilanjutkan Hari ini



Persidangan Kasus Cebongan Dilanjutkan Hari ini

Persidangan Kasus Cebongan Dilanjutkan Hari ini

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Persidangan kasus penyerangan Lapas Klas 2B Sleman, Yogyakarta, kembali dilanjutkan dengan agenda menghadirkan para saksi. Kepala Divisi Humas Oditur Militer 2-11 Yogyakarta, Mayor Chk Syaiful, mengatakan meskipun peralatan video teleconference telah disiapkan, tapi belum diketahui apakah akan digunakan atau tidak.

"Saksi sudah hadir ketiga-tiganya. Peralatan video teleconference juga sudah disiapkan di dalam. Tapi keputusan apakah akan digunakan atau tidak itu tergantung pada majelis hakim," katanya di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Selasa (2/7).

Persidangan dengan agenda pengambilan keterangan dari saksi-saksi yang melihat secara langsung peristiwa yang telah mengakibatkan empat orang tahanan titipan Polda DIY tewas itu dimulai pukul 09.00 WIB. Para saksi yang hadir itu yakni sipir Lapas Cebongan Supratikyo, Margo Utomo, dan Indrawan Tri Widayanto.

Sementara itu, surat pemanggilan dari Oditurat Militer (Odmil) Militer terkait panggilan untuk hadir di Persidangan sudah diterima sejak Sabtu (29/6) lalu. Pemanggilan tersebut sesuai dengan Undang-undang yang menyatakan bahwa pemanggilan saksi harus dilakukan minimal 3 hari sebelum persidangan.

Syaiful menambahkan jumlah aparat keamanan yang diterjunkan untuk mengamankan jalannya persidangan tidak ditambah. "Jumlahnya masih sama seperti yang kemarin," ujarnya.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.014 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.201 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    439 respon

Total Respon: 6.654
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft