Republika Online
Updated: Thu, 12 Dec 2013 06:53:11 GMT

MUI Minta Rumah Makan Disertifikasi Halal



MUI Minta Rumah Makan Disertifikasi Halal

MUI Minta Rumah Makan Disertifikasi Halal

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Masih banyak rumah makan padang ditemukan tidak bersertifikat halal. Di Yogyakarta, baru satu restoran padang yang bersertifikat halal yakni RM.Minang Ria di Jalan Kusumanegara. Rumah makan lain yang memiliki sertifikat serupa adalah Sate Samirono yang pemiliknya orang Madura.

Hal itu dikemukakan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) DIY Prof Tridjoko Wisnu Murti pada Republika. ''Padahal saya sudah berulangkali menyampaikan kepada mereka supaya mensertifikat rumah makannya,"ujarnya.

Dia mengaku juga sudah menyampaikan kepada sesepuh orang Padang di Yogyakarta supaya memberitahukan kepada para pemilik RM Padang.

Dari pengamatannya di lapangan, ternyata rumah makan Padang yang di Yogyakarta tidak selalu milik orang padang dan pemasaknya juga kebanyakan bukan orang Padang. ''Bahkan pemilik RM. Padang ada yang non muslim. RM. Padang di dekat saya ada yang milik orang non Muslim."

"Sayang sekali tidak ada kesadaran dari teman-teman pemilikRM,Padang untuk mendapatkarn sertifikat halal,''tuturnya.

Padahal makanan yang hahal dan baik (thoyib) itu sangat penting Karena itu agama perlu dibumikan dalam diimplementasikan sehari-hari.

Menurut Tridjoko, rumah makan di Yogyakarta yang bersertifikat halal justru pemiliknya didominasi pengusaha muda yang berdiri baru beberapa tahun ini. Tetapi setelah mendapat sertifikat halal berkembang dengan pesat.

Rumah makan tersebut antara lain: Warung Steak Group yang mengembangkan sayapnya menjadi Warung Penyet dan Bebakaran,Warung Bebek Goreng; Yogya Fried Chicken, Olive Fried Chicken.

''Rumah Makan Warung Steak saat mendaftarkan sertifikat halal baru ada di enam tempat,tetapi sekarang sudah berkembang tidak hanya steak saja, melainkan juga dengan berbagai jenis masakan .Setahu saya rumahmakan tersebut sudah ada di lebih dari 35 tempat,''katanya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.920 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.112 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    717 respon

Total Respon: 7.749
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft