Republika Online
Updated: Thu, 09 Aug 2012 11:11:51 GMT

Mobil Listrik Pindad Ikut 'Mejeng' di RITech Expo 2012



Mobil Listrik Pindad Ikut 'Mejeng' di RITech Expo 2012

Mobil Listrik Pindad Ikut 'Mejeng' di RITech Expo 2012

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Pindad menampilkan mobil listriknya di ajang "RITech Expo 2012" 8-11 Agustus 2012 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Di ajang itu, mobil listrik yang diberi nama Piev (Pindad Electronic Vehicle) cukup banyak menarik perhatian pengunjung.

Menurut staf Product Development PT Pindad, Firmansyah, dibanding mobil-mobil listrik lainnya yang dipajang di pameran itu, Piev yang baru dikeluarkan pada 2012 ini memiliki kelebihan yakni motor listriknya dibuat sendiri oleh Pindad, termasuk baterenya buatan dalam negeri sehingga 95 persen mobil ini buatan dalam negeri.

Perbedaan mendasar antara mobil listrik dan mobil konvensional (BBM) terletak pada sistem penggeraknya yang konsepnya 100 persen berbeda, jika mobil konvensional menggunakan engine, maka mobil listrik menggunakan motor listrik, namun motor listrik selama ini masih diimpor.

"Tapi ini kami buat sendiri. Dimensi motor listriknya hanya 60mm lebarnya dan 200mm diameternya, yang beratnya hanya 18 km, cukup kecil, tapi dayanya besar sampai 25 ribu Watt (25 kW). Bandingkan dengan pompa air listrik di rumah yang dayanya cuma 125-500 Watt tapi secara fisik besar," kata Firmansyah.

Motor listrik buatan Pindad ini memiliki tegangan 40 V, torsi 40 Nm, dengan putaran maksimal 5.000 RPM dengan efisiensi 95 persen. Motor tersebut dihubungkan dengan kontrol buatan Schneider Jerman yang dalam waktu dekat akan juga dibuat di dalam negeri (kerja sama dengan PT LEN), ujarnya.

Sedangkan baterenya, ia mengakui, meski buatan dalam negeri (kerja sama pindad dan NiPress),masih menggunakan batere Cadmium (batere basah) sebanyak 40 buah dimana tiap 1 batere 12 Volt sehingga memakan tempat namun powernya kurang.

"Batere ini makan tempat, tidak seperti batere Lithium (kering) dan kecepatannya juga hanya 80 km per jam dengan daya jelajah hanya 80 km untuk di-charge kembali," katanya sambil menunjukkan bagian belakang kendaraan yang seluruhnya dipenuhi batere.

Soal batere, pihaknya memang masih akan meriset, karena itu untuk saat ini jika tak mau memakan tempat, batere Cadmium bisa ditukar dengan Lithium yang masih harus diimpor dari China. "Sedangkan bodi kendaraan yang kali ini menggunakan modifikasi dari disain Honda Jazz, jelas sudah seluruhnya bisa dibuat di dalam negeri," urainya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.739 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.592 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    653 respon

Total Respon: 6.984
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft