Republika Online
Updated: Mon, 27 May 2013 13:21:59 GMT

Meutya Hafid Kecewa Tingkat Kelulusan di Sumut Rendah



Meutya Hafid Kecewa Tingkat Kelulusan di Sumut Rendah

Meutya Hafid Kecewa Tingkat Kelulusan di Sumut Rendah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persentase kelulusan siswa dalam Ujian Nasional tahun ajaran 2012-2013 tidak membuat politisi Partai Golkar, Meutya Hafid gembira. Hal tersebut dikarenakan tingkat kelulusan siswa tingkat SMA, SMK, dan MA di daerah pemilihan Meutya, Sumatera Utara, justru menurun.

"Sebanyak 2.948 siswa dari 117.921 siswa atau sekitar 2,51% siswa SMA-MA-SMK di Provinsi Sumatera Utara dinyatakan tidak lulus," kata Meutya kepada wartawan di kompleks MPR/DPR, Senayan, Senin (27/5).

Meutya menengarai banyaknya siswa yang tidak lulus UN tak lepas dari proses pelaksanaan UN di Sumatera Utara yang terganggu. "Di 23 kabupaten dan kota di Sumut terhambat karena tidak adanya naskah soal," katanya.

Menurut Meutya, hambatan terjadi karena lembar soal tidak terdistribusi seperti seharusnya. Alhasil UN tingkat SMA, SMK, dan QMA di 23 kabupaten/kota di Sumut yang seharusnya dilaksanakan 15 April 2013 harus ditunda hingga 22 April 2013.

"Kabupaten Deli Serdang contohnya, sebagian sekolah ada yang menyelenggarakan UN, sementara yang lainnya tidak," katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki Meutya, angka kelulusan nasional tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun lalu angka kelulusan mencapai 99,50 persen sedangkan tahun ini menjadi 99,48 persen. "Atau turun 0,02 persen," ujarnya.

Dalam konteks tersebut, imbuh Meutya, Provinsi Sumatera Utara termasuk penyumbang angka ketidaklulusan terbesar. Dari 8.625 siswa yang tidak lulus UN, sebanyak 2.948 siswa atau sebanyak 34,17 berasal dari Sumatera Utara.

Meutya berjanji akan mengevaluasi proses pelaksanaan UN tahun ini. Selain akan mengevaluasi UN, dalam waktu dekat Meutya juga akan turun ke SMA, SMK, dan MA di Sumatera Utara untuk memberi semangat dan motivasi bagi siswa-siswi.

"Saya ingin terus memotivasi para pelajar supaya mereka bisa bermimpi dan mengejar impiannya," ujar Meutya.


0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.358 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.414 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    918 respon

Total Respon: 9.690
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft