Republika Online
Updated: Mon, 20 May 2013 05:40:38 GMT

Menyontek Solo, Jokowi Siapkan Bus Tingkat



Menyontek Solo, Jokowi Siapkan Bus Tingkat

Menyontek Solo, Jokowi Siapkan Bus Tingkat

REPUBLIKA.CO.ID, Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus menggairahkan sektor pariwisata di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta kembali berencana menghadirkan keberadaan bus tingkat. Hanya saja, bus tingkat tersebut nantinya tidak digunakan untuk melayani angkutan umum melainkan dikhususkan sebagai angkutan wisata.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pihaknya akan mendatangkan lima unit bus tingkat pada Oktober mendatang. Nantinya, bus tingkat ini akan ditempatkan di sejumlah kawasan wisata seperti, kawasan Kota Tua, Ancol Taman Impian, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan lain-lain. "Tapi khusus wisata, bukan untuk transportasi umum," ujar Jokowi di Solo, seperti dilansir situs beritajakarta.

Bus tersebut, ditegaskan Jokowi, nantinya hanya dimanfaatkan sebagai kendaraan wisata untuk mengunjungi lokasi-lokasi menarik di Jakarta. Sehingga masyarakat diharapkan tidak salah menafsirkannya sebagai salah satu tambahan transportasi umum seperti bus Transjakarta.

Sebelumnya, Jokowi mengambil contoh di Solo terdapat juga bus tingkat bernama Werkudara yang dioperasikan Jokowi saat masih menjabat sebagai Walikota Solo pada 20 Februari 2011. Tarifnya pun cukup terjangkau yakni Rp 20 ribu per orang dan diperuntukkan menganta para wisatawan mengunjungi sejumlah obyek wisata di Solo. "Nanti warga Jakarta tidak perlu pergi jauh-jauh ke London, Paris, atau Singapura, untuk bisa menikmati bus tingkat. Karena sebentar lagi di Jakarta juga ada," kata Jokowi.

Rencana pengadaan kereta wisata ini, juga menyontek dari kota Solo yang sudah ada sejak enam tahun lalu. Ia menyebutkan untuk lokomotifnya dibeli dari Ambarawa. Sementara untuk gerbongnya dari Magelang dan Jakarta. "Untuk satu rangkaian diperlukan biaya Rp 7 juta, tapi saya dapat diskon jadi hanya Rp 3,5 juta,''tandas Jokowi.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.380 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.462 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    923 respon

Total Respon: 9.765
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft