Republika Online
Updated: Wed, 24 Oct 2012 23:33:14 GMT

Masih Diselidiki, Pemukulan Mahasiswa Trisakti



Masih Diselidiki, Pemukulan Mahasiswa Trisakti

Masih Diselidiki, Pemukulan Mahasiswa Trisakti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA TIMUR--Pihak Polres Jakarta Timur hingga saat ini masih menyelidiki siapa dari kelompok universitas di Makassar, Sulawesi Selatan, yang telah melakukan pelemparan dan pemukulan terhadap mahasiswa Universitas Trisakti ketika rapat di Universitas Jayabaya, Pulomas, Jakarta Timur, Senin (22/10) petang lalu.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Jakarta Timur, Komisaris Polisi (Kompol) Didik Haryadi mengatakan, insiden itu bermula ketika Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Nusantara mengadakan rapat di Universitas Jayabaya, Senin (22/10) pukul 18.00 WIB.

“Saat itu masuk pada masa tanya jawab, dan ada peserta dari Universitas Trisakti yang mengajukan pertanyaan terlalu lama,” ujar Didik kepada Republika, Rabu (24/10) malam.

Kemudian, lanjut Didik, kelompok mahasiswa asal universitas di Makassar melempar mikrofon ke mahasiswa yang bertanya itu. “Setelah itu terjadi aksi saling memukul antara mahasiswa Universitas Trisakti dengan kelompok mahasiswa tersebut,” ujar Didik.

Akibatnya, tambah Didik, tiga sampai empat mahasiswa Trisakti mengalami luka memar dan batang hidung mereka ada yang terluka.

“Pada Selasa (23/10) kemarin sudah ada pertemuan antara pihak Universitas Trisakti, BEM Nusantara, dan kepala polres Jakarta Timur yang juga mengundang kelompok mahasiswa Universitas di Makassar,” tutur Didik.

Tetapi, setelah ditunggu-tunggu sejak pukul 11.00 WIB sampai 13.30 WIB, pihak mahasiswa di Universitas Makassar tidak menampakkan diri. Didik menjelaskan, kasus ini saat ini ditangani pihaknya.

Dikatakan Didik, Barang Bukti (BB) yang didapatkan dalam kasus tersebut tidak ada. “Apalagi peristiwa itu terjadi saat lampu mati, jadi para korban tidak melihat pelaku karena gelap,” ucap Didik.

Didik menuturkan, kasus ini sekarang sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi dan korban. Meski Didik menyebutkan pelaku adalah kelompok mahasiswa asal universitas Makassar, dia enggan menyebutkan siapa pelaku dan berasal darimana serta mahasiswa universitas apa.

“Ini karena untuk kepentingan penyelidikan, apalagi universitas di Makassar kan banyak,” kata Didik. Didik berharap supaya peristiwa ini tidak terjadi lagi. Untuk itu, dia memberi masukan supaya terjadi musyawarah mufakat.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    616 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    2.559 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    131 respon

Total Respon: 3.306
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft