Republika Online
Updated: Wed, 05 Jun 2013 00:34:33 GMT

'Larangan Polwan Berjilbab Melanggar HAM'



'Larangan Polwan Berjilbab Melanggar HAM'

'Larangan Polwan Berjilbab Melanggar HAM'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cukup banyak anggota korps polisi wanita (polwan) yang ingin berseragam dengan memakai jilbab. Sayangnya, keinginan itu terbentur peraturan kapolri yang mengatur tentang penggunakan seragam polwan berjilbab di luar Polda Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Hal itu terungkap dari curahan hati seorang perwira Polwan yang pernah bertugas di jajaran Polda Jawa Tengah. "Sudah lebih dari tiga tahun hati nurani saya menjerit karena sepulang dari menunaikan ibadah haji, saya berkeinginan besar untuk mengenakan seragam polri dengan berjilbab," keluh seorang polwan yang tidak bersedia disebutkan namanya ini kepada Ustaz Wahfiudin yang disampaikan ke ROL, Selasa (4/6).

Ustaz Wahfiudin mengatakan, keinginan polwan tersebut adalah jeritan hati polwan di Indonesia. Sebab, banyak sekali polwan ingin menutup auratnya meski memakai seragam polisi.

Para polwan di Polda Jateng sudah mengirim surat kepada kapolri agar diizinkan mengenakan jilbab saat berseragam. Namun, permintaan itu tidak dikabulkan. Bahkan, kapolri mengeluarkan surat edaran berisi berseragam dengan berjilbab hanya diperbolehkan bagi polwan yang bertugas di Polda NAD.

"Ini sudah melanggar hak azasi manusia (HAM) kami sebagai wanita Muslimah yang ingin melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala. Bagi saya yang terpenting adalah mendapat izin mengenakan jilbab, karena sekarang ketika saya berbaju dinas tanpa mengenakan jilbab saya risih dengan terlihat aurat kepala, lengan dan kaki," kata Ustaz Wahfiudin menirukan curhatan polwan tersebut.


3Komentar
6 Jun, 2013 22:37
avatar
Mengapa selalu dihubungkan dengan HAM? Coba kalau kita pakai logika, misalnya ada Polwan di NAD yg ingin tidak pakai jilbab tetapi tetap "dipaksa" pakai jilbab krn HARUS mematuhi aturan otoritas setempat. Jadi, jangan setiap permasalahan dihubungkan dengan HAM. Cobalah melihat sebuah permasalahan dari dua sisi. Menurut saya, aparat negara memang sewajarnya NETRAL dalam segala segi dan harus memegang konsekuensi yang ada, jangan hanya karena setelah melakukan ritual keagamaan tertentu langsung protes akan ketentuan yang berlaku di institusi di mana ia mengabdi. Lihatlah para pejuang kita, mereka berjuang dan berkorban tanpa pamrih!! Apakah kita tidak mau berkorban pada hal kecil seperti contoh permasalahan jilbab ini? Apakah tidak mau berkorban sedikit saja, toh zaman sekarang kita tidak perlu mengorbankan nyawa dalam membela negara. Renungkan dan berpikirlah...
10 Jun, 2013 13:15
avatar
Jangan mengatasnamakan HAM .Jika memang pekerjaan saat ini ( Polwan ) tidak sejalan dengan hati nurani;lebih baik Mundur saja dari Kesatuan Korps Polisi Wanita .  
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.330 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.294 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    470 respon

Total Respon: 7.094
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft