Republika Online
Updated: Fri, 12 Apr 2013 06:00:00 GMT

Korban Flu Burung H7N9 Terus Bertambah



Korban Flu Burung H7N9 Terus Bertambah

Korban Flu Burung H7N9 Terus Bertambah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Korban serangan virus flu burung jenis baru H7N9 terus bertambah sehingga total menjadi 33 orang dengan sembilan orang meninggal dunia. Demikian rilis dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, dalam surat elektroniknya menyebutkan Kementerian Kesehatan mendapatkan laporan hingga Kamis (11/4) bahwa korban bertambah lima orang manula sehingga menjadi total 33 orang. Itu termasuk sembilan orang yang meninggal dunia.

"Beberapa rangkuman informasi yang ada sejak awal kasus sampai Kamis menunjukkan bahwa ada 33 pasien influenza A (H7N9) virus di Cina dimana sembilan kasus meninggal (32 persen), lebih rendah dari kematian akibat H5N1,'' tutur Tjandra.

Dia mengatakan semua kasus meninggal diawali dari upaya pengobatan yang sangat lambat, yakni setelah ada keluhan sesak napas berat.

Kecepatan penanganan sangat penting dalam penanganan kasus flu burung sehingga seluruh petugas kesehatan di Tanah Air diminta waspada untuk pasien dengan gejala Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

Selain itu, bandara dan pelabuhan internasional juga diminta agar memeriksa setiap penumpang dan kru yang datang dari daerah atau provinsi terjangkit di Cina. Itu terutama penumpang yang memiliki keluhan batuk, demam, sesak napas.

"Rumah sakit juga diminta untuk memberi perhatian khusus bagi pasien yang datang dari daerah/provinsi terjangkit di Cina dan tidak jelas penyebab penyakitnya," kata Tjandra.

Kasus flu burung H7N9 pertama kali dilaporkan di wilayah Cina Timur yaitu Shanghai dan provinsi tetangga Zhejiang. Virus menyebar ke Jiangsu dan Provinsi Anhui sejak dua pekan lalu.

Di Indonesia, menurut Tjandra, belum ada laporan penularan virus H7N9 pada manusia. Sedangkan pada unggas, virus tersebut ditemukan di burung merpati.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.693 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.457 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    631 respon

Total Respon: 6.781
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft