Republika Online
Updated: Mon, 10 Jun 2013 14:04:37 GMT

Kesaksian Anas Urbaningrum untuk Ringankan Antasari



Kesaksian Anas Urbaningrum untuk Ringankan Antasari

Kesaksian Anas Urbaningrum untuk Ringankan Antasari

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sidang gugatan praperadilan Antasari Azhar terkait kasus SMS gelap bernada ancaman pada bos PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen terus berlanjut.

Kali ini Senin (10/6), pria yang pernah memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menjalani sidang pemeriksaan saksi.

Antasari mengundang mantan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai saksi. Anas pun memenuhi janjinya untuk memberikan keterangan di depan majelis hakim pengadilan negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) guna meringankan Antasari.

Dalam kedatangannya ini , Anas mengatakan berniat untuk membantu Antasari mencari keadilan. Mengaku merasa simpati, dia berniat menyampaikan kesaksian yang dia alami ketika berbincang dengan mendiang Nasrudin satu atau dua hari sebelum kematiannya.

“Saya sempat bertemu Almarhum sebelum wafat, jadi saya ceritakan (kepada Majelis hakim) sesuai yang saya lihat,”ujar Anas di PN Jaksel Senin (10/6).

Dia berujar, sebagai teman dekat Nasrudin, saat itu dia tidak melihat gelagat Nasrudin seperti gelisah atau pun berada dalam ancaman pembunuhan. Padahal, kata dia, seperti diketahui dalam pengungkapan kasus pembunuhan ini, disebutkan Nasrudin sempat menerima SMS dengan nada ancaman.

“Tidak ketakutan atau apa, malah kami janjian mau ngopi-ngopi lagi di Jakarta,” ujar dia menceritakan garis besar pertemuan keduanya di Bandung, Jawa Barat empat tahun silam itu.

Ketika ditanya lebih dalam mengenai kepentingannya dalam kasus ini, Anas menegaskan semua yang ia lakukan tersebut murni ingin membantu Antasar mencari keadilan.

Dia juga membantah ada diskusi dengan Antasari mengenai kasusnya yang kini sedang ditangani oleh KPK. “Tidak ada, ini saya memang ingin membantu saja karena pak Antasari didzalimi,” ujar dia.

Seperti diketahui, Antasari mengajukan gugatan praperadilan kepada Polri karena merasa aduan terkait SMS ancaman pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen tidak pernah diungkap.

Padahal, sejumlah ahli telematika yang mempelajari pengiriman SMS itu telah menyebutkan nomor Ponsel Antasari tak pernah mengirim pesan apapun kepada Nasrudin.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.113 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.236 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    452 respon

Total Respon: 6.801
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft