Republika Online
Updated: Sat, 25 Aug 2012 12:01:12 GMT

Kebakaran Jatinegara Kaum, Korban Kehilangan Seluruh Aset



Kebakaran Jatinegara Kaum, Korban Kehilangan Seluruh Aset

Kebakaran Jatinegara Kaum, Korban Kehilangan Seluruh Aset

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Salah satu korban penghuni rumah di Kawasan Jatinegara Kaum, Pulogadung yang terbakar Darmadi, mengetahui kejadian karena mendengar teriakan warga. ''Saya sudah bangun, saya keluar api sudah besar,'' ujarnya, saat ditemui Sabtu (25/8)

Darmadi adalah pemilik bengkel Andre Motor. Tempat ia berwirausaha pun kini tak bersisa. Saat kejadian, anak dan istri Darmadi masih tidur. Segera saja ia menggendong anaknya yang masih berumur empat tahun itu. ''Yang tersisa hanya yang saya pakai sekarang,'' ucapnya. Sedangkan peralatan bengkel dan uang, habis terbakar.

Sementara untuk menjinakkan api, Damkar Jaktim mengerahkan sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran. Idris mengatakan, lokasi kebakaran ini merupakan hunian padat penduduk. Kesulitan yang dialami petugas damkar ialah lokasi kebakaran yang memanjang ke dalam. ''Saat ini sedang pendinginan, masih ada bara-bara api di dalam sana,'' papar Idris.

Bara-bara api masih menyala sebab rumah didominasi barang-barang onderdil-onderdil bengkel. Di sampingnya juga terdapat gudang kamper kayu Samarinda.

Selain bengkel, tempat usaha lainnya yang tak bersisa yaitu, gudang meubel, usaha gigi palsu, dan warung telekomunikasi. ''Satu mushalla pun habis terbakar,'' ujar Nursanto, kepala pleton sektor 7, Damkar Jaktim. Menurut Idris, kebakaran ini tak menyebabkan satu pun korban jiwa.

Idris mengatakan, penyebab kebakaran ialah hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Sumber api berasal dari salah satu rumah warga yang masih ditinggal mudik. Rumah tersebut merupakan warung klontong milik warga bernama Mubin yang terletak di Jalan Raya Bekasi, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kebakaran rentan terjadi di rumah kosong. Idris menambahkan, walau tidak ada aktivitas di dalam sebuah rumah yang kosong, namun musibah kebakaran dapat saja terjadi. ''Seperti lampu yang terus menyala, atau mungkin peralatan listriknya yang tidak SNI,'' imbuhnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.380 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.466 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    924 respon

Total Respon: 9.770
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft