Republika Online
Updated: Sat, 06 Apr 2013 17:48:15 GMT

Kasus Cebongan Momentum Perangi Premanisme



Kasus Cebongan Momentum Perangi Premanisme

Kasus Cebongan Momentum Perangi Premanisme

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Insiden Lapas Cebongan, Sleman serta runtutan peristiwa yang melatarbelakanginya dinilai menjadi satu titik untuk memerangi premanisme secara bersama-sama.

"Ini menjadi satu titik yang sangat baik di dalam sejarah kita dimana TNI dan Polri bersama untuk memerangi premanisme," kata pengamat militer LIPI, Ikrar Nusa Bakti, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (6/4).

Jangan lagi, ujar dia, kedua instistusi negara itu menjadi pelindung dan pendukung premanisme. Karena tidak bisa dipungkiri beberapa kelompok preman seolah-olah didukung oleh kekuatan aparat negara.

Pengamanan dari TNI atau Polri terhadap aksi-aksi premanisme dinilaiya tidak hanya merenggut rasa aman dari masyarakat. Tetapi juga melahirkan konflik antara sesama aparat penegak hukum.

Ikrar menambahkan, tentu sangat ironis ketika aparat yang harusnya melindungi dan menjaga stabilitas keamanan. Malah menjadi perusak keamanan itu sendiri. "Masyarakat sudah muak dengan premanisme dan itu memang harus dihabisi. Kegiatan-kegiatan premanisme itu harus dienyahkan dari Indonesia," ungkapnya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Hanura, Sarifuddin Sudding mengatakan, memang ada unsur premanisme dari kejadian yang memicu insiden Cebongan. Terbunuhnya prajurit Kopassus, Sertu Santoso di Hugo's Cafe secara sadis, menurutnya berkaitan dengan aksi premanisme. Karena kasus itu diduga dilakukan oknun-oknum yang biasa menjadi 'penguasa' di tempat hiburan tersebut.

"Ini momentum bahwa semuanya harus punya komitmen bersama. Penghapusan premanisme tidak bisa hanya sekedar ucapan atau formalitas saja, rakyat butuh rasa aman," tuturnya.

3Komentar
6 Apr, 2013 19:22
avatar

KALAU TIDAK DISIKAT DEMIKIAN SEMUA DIAM AJA SAAT ADA APARAT YG JADI KORBAN APA LAGI RAKYAT KECIL TIDAK ADA YG HEBO DIMEDIA SUDAH TERLALU JAHU MELEBIHI KEPATUTAN BERBANGSA DAN BERNEGARA SIMBOL SIMBOL NEGARA DI INJAK INJAK DAN DI BAKAR PENGADIRAN TEMPAT UNJUK KEKUATAAN SAAT ADA GENGTER DISIDANG KASIHAN APARAT YG MENEGAKAN KEADILAN HARUS JADI KORBAN UNTUK PERBAIKI BERBANGSA PERAJURIT HEBAT  HEBAT  BERKORBAN UNTUK BANGSA TIDAK SAJA UNTK KOMANDAN MU

RAKYAT MENDUKUNG WAHAI PERAJURIT

 

6 Apr, 2013 19:57
avatar

Inget tahun 80an ?? saat petrus di berlakukan ? semuanya bermula juga dari Yogya. Jangan terlalu memojokkan dan beritanya selalu membela preman, 4 nyawa preman diganti dengan 11 Anggota Kopassus ???? gak level, berapa banyak duit pajak yang hilang untuk mendidik lagi pengganti anggota ? kalau nyawa preman yang hilang, ya wajar...sepertinya perlu revolusi lagi, reformasi gak mutu cuma buang buang duit Negara saja

6 Apr, 2013 19:01
avatar

HIDUP KOPASUS.... HIDUP KOPASUS.... HIDUP KOPASUS.. !!!!!

SERBU MAFIA HUKUM.... JAKSA.. HAKIM... POLISI....

SERBU MAFIA ANGGARAN,,, DPR...

SERBU PARTAI KORUPTOR... DEMOKRAT...

RAKYAT MENDUKUNG.... RAKYAT MENDUKUNG.... RAKYAT MENDUKUNG..

HOOORAY...!!!!!!!!!!

Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.372 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.453 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    923 respon

Total Respon: 9.748
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft