Republika Online
Updated: Mon, 20 May 2013 22:45:01 GMT

Istri Dua Bupati 'Nyalon' Jadi Bupati di Wilayah Cirebon



Istri Dua Bupati 'Nyalon' Jadi Bupati di Wilayah Cirebon

Istri Dua Bupati 'Nyalon' Jadi Bupati di Wilayah Cirebon

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Dua kabupaten di wilayah Cirebon, yakni Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon, akan melaksanakan pilkada tahun ini. Istri bupati dari kedua kabupaten itupun ikut memeriahkan bursa pencalonan kepala daerah tersebut.

Untuk Kabupaten Kuningan, tercatat ada Utje Suganda, istri dari Bupati Aang Hamid Suganda, yang telah menjabat dua periode berturut-turut. Utje berpasangan dengan Acep Purnama, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Kuningan.

Pasangan yang telah mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan itupun resmi mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Kuningan, Senin (20/5). Usai deklarasi, mereka langsung mendaftarkan diri ke KPUD Kabupaten Kuningan.

Utje mengungkapkan, penunjukkan dirinya sebagai calon bupati itu merupakan sebuah bentuk kepercayaan. "Saya ingin melanjutkan pembangunan yang selama ini telah dilakukan oleh Bupati Aang Hamid Suganda,’’ tuturnya.

Sementara itu, di Kabupaten Cirebon, istri Bupati Dedi Supardi, Sri Heviyana Supardi, juga turut meramaikan bursa pencalonan bupati periode 2013-2018. Namanya masuk dalam daftar bakal calon bupati. Dia akan berebut dengan sejumlah nama lainnya untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.

Dalam sebuah kesempatan wawancara, Heviyana menyatakan ikut maju dalam pemilihan bupati Cirebon karena ingin mengabdi kepada masyarakat di Kabupaten Cirebon.

Selama ini, sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon dua periode berturut-turut, dia sudah aktif dalam berbagai kegiatan di tengah masyarakat.

Selain istri bupati, pilkada Kabupaten Cirebon juga diramaikan dengan majunya mantan wali kota Tangerang, Djakaria Machmud. Pria yang kini menjabat sebagai rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon itu menjadi bakal calon bupati dari PDI Perjuangan.

Dia pun sedang berebut dengan nama lainnya, termasuk Sri Heviyana Supardi, untuk mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. "Saya ingin mengabdi kepada masyarakat," kata Djakaria menegaskan.

Djakaria sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai bupati Cirebon periode 2008-2013, didampingi Arief Natadiningrat. Waktu itu, pasangan 'Damar' ini kalah melawan incumbent Dedi Supardi yang berpasangan dengan Ason Sukasa.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.389 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.497 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    931 respon

Total Respon: 9.817
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft