Republika Online
Updated: Fri, 05 Apr 2013 19:27:37 GMT

Investigasi Bentrokan Muslim Rohingya-Buddha Terkendala Bahasa



Investigasi Bentrokan Muslim Rohingya-Buddha Terkendala Bahasa

Investigasi Bentrokan Muslim Rohingya-Buddha Terkendala Bahasa

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kepolisian terkendala masalah bahasa dalam menginvesitigasi insiden bentrokan mematikan antara etnis Muslim Rohingya dan Buddha terjadi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Belawan, Medan, Sumatra Utara, Jumat (5/4) dini hari WIB.

Hal ini disampaikan oleh Staf Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA) Medan Heri Haryanto kepada Republika lewat sambungan telepon.

Heri yang ditunjuk sebagai pendamping oleh Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan untuk menemani para pengungsi Rohingya berujar proses penyelidikan masih belum dapat dilakukan. Kepolisian mengalami kendala saat berkomunikasi dengan para pengungsi yang tidak bisa berbahasa Inggris maupun Indonesia.

“Polisi bilang masih menunggu penerjemah supaya dapat memintai keterangan pada para pengunsgi terkait bnetrok ini,” ujar Heri.

Kini para pengungsi Rudenim yang berasal dari Myanmar masih dikumpulkan di Mapolres Pelabuhan Belawan untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Mereka dikumpulkan karena bentrokan antara etnis Muslim dan Buddha itu sebanyak 23 pengungsi menjadi korban.


0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.863 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.945 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    691 respon

Total Respon: 7.499
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft