Republika Online
Updated: Sun, 17 Feb 2013 19:18:23 GMT

Hary Tanoe Harapkan Partai Hanura Bersih



Hary Tanoe Harapkan Partai Hanura Bersih

Hary Tanoe Harapkan Partai Hanura Bersih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Hary Tanoesoedibjo mengharapkan tempat ia baru bergabung kini, merupakan Parpol bersih dan tidak terlibat kasus korupsi.

"Ini juga yang menjadi pertimbangan karena saya lihat Hanura merupakan partai yang bersih. Semoga ke depannya tetap demikian dan tidak ada yang terlibat kasus korupsi," katanya dalam konferensi pers di kantor DPP Hanura, Jakarta, Minggu (17/2).

Hary juga mengatakan alasan dirinya bergabung dengan partai Hanura, yakni partai tersebut bukan merupakan partai koalisi.

"Sejak 2009, saya renungkan dan ini akan menjadi perubahan yang baik karena Hanura bukan masuk ke dalam partai koalisi, melainkan konsisten dengan pendirian dan ideologinya sebagai partai oposisi," katanya.

Lebih lanjut, CEO MNC Group tersebut menjelaskan Partai Hanura merupakan partai yang solid sebagai daya tarik dirinya untuk bergabung. "Adanya soliditas kekompakan dari partai Hanura dan kepemimpinan yang kuat," katanya.

Dia meyakini soliditas tersebut jika terlaksana dengan baik akan menjadi sesuatu yang besar bagi partai yang baru diusungnya tersebut.

"Kami harapkan dapat bekerja bersatu padu untuk yang lebih baik. Ini merupakan beban moral kami," katanya.

Hary menyambut baik Ketua Umum Partai Hanura Wiranto yang bersedia menerima kader-kader dari partai sebelumnya (Partai NasDem) untuk bergabung baik dari pusat maupun daerah.

Hary Tanoe resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura pasca pengunduran dirinya dari Partai NasDem.

Hary sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar pada partai yang diketuai Surya Paloh tersebut.
Namun, karena perbedaan pandangan dengan Surya Paloh, Hary memutuskan keluar dari partai tersebut bersama dengan tiga pengurus inti lainnya.

Hary kemudian membentuk organisasi massa yang disebut Persatuan Indonesia (Perindo), berisikan anggota Partai Nasdem yang memutuskan keluar karena tidak sejalan dengan rencana Surya Paloh menjadi Ketua Umum Partai NasDem.
n


JAKARTA -- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Hary Tanoesoedibjo mengharapkan tempat ia baru bergabung kini, merupakan Parpol bersih dan tidak terlibat kasus korupsi.

"Ini juga yang menjadi pertimbangan karena saya lihat Hanura merupakan partai yang bersih. Semoga ke depannya tetap demikian dan tidak ada yang terlibat kasus korupsi," katanya dalam konferensi pers di kantor DPP Hanura, Jakarta, Minggu (17/2).

Hary mengatakan alasan dirinya bergabung dengan partai Hanura, yakni partai tersebut bukan merupakan partai koalisi.

"Sejak 2009, saya renungkan dan ini akan menjadi perubahan yang baik karena Hanura bukan masuk ke dalam partai koalisi, melainkan konsisten dengan pendirian dan ideologinya sebagai partai oposisi," katanya.

Lebih lanjut, CEO MNC Group tersebut menjelaskan Partai Hanura merupakan partai yang solid sebagai daya tarik dirinya untuk bergabung. "Adanya soliditas kekompakan dari partai Hanura dan kepemimpinan yang kuat," katanya.

Dia meyakini soliditas tersebut jika terlaksana dengan baik akan menjadi sesuatu yang besar bagi partai yang baru diusungnya tersebut.

"Kami harapkan dapat bekerja bersatu padu untuk yang lebih baik. Ini merupakan beban moral kami," katanya.

Hary juga menyampaikan sambutan baik Ketua Umum Partai Hanura Wiranto yang bersedia menerima kader-kader dari partai sebelumnya (Partai NasDem) untuk bergabung baik dari pusat maupun daerah.

Hary Tanoe resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura pasca pengunduran dirinya dari Partai NasDem.

Hary sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar pada partai yang diketuai Surya Paloh tersebut.
Namun, karena perbedaan pandangan dengan Surya Paloh, Hary memutuskan keluar dari partai tersebut bersama dengan tiga pengurus inti lainnya.

Hary kemudian membentuk organisasi massa yang disebut Persatuan Indonesia (Perindo), berisikan anggota Partai Nasdem yang memutuskan keluar karena tidak sejalan dengan rencana Surya Paloh menjadi Ketua Umum Partai NasDem.
n antara

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.381 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.466 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    924 respon

Total Respon: 9.771
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft