Republika Online
Updated: Fri, 03 May 2013 19:24:18 GMT

Dua Tewas Disambar Bus Blong



Dua Tewas Disambar Bus Blong

Dua Tewas Disambar Bus Blong

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Dua nyawa melayang di jalan raya, saat sebuah bus angkutan umum PO Nugroho mengalami gangguan fungsi rem di turunan curam Jalan Dr Wahidin, tepatnya di kawasan Tanah Putih, Semarang, Jumat (3/5) sekitar pukul 12.45 WIB.

Selain menewaskan dua orang, kecelakaan lalu lintas ini juga mengakibatkan 15 orang mengalami luka- luka --baik luka ringan maupun luka berat-- dan harus menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit terdekat.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Faizal yang dikonfirmasi mengtakan kecelakaan tragis ini bermula saat bus PO Nugroho H 1574 AD yang dikemudikan Sutanto (36) berjalan dari arah Jatingaleh (atas) menuju Peterongan.

Saat tiba di lokasi kejadian yang kontur jalannya menurun curam, bus mengalami rem blong. Saat mendekati pertigaan pasar kambing, banyak kendaraan dari arah yang sama dan berhenti di lampu merah.

Untuk menghindari tabrakan, sopir bus bus warga Kampung Kawi Semarang yang panik mencoba membanting setir ke arah kanan. Namun pada saat yang sama, juga tengah melaju beberapa kendaraan bermotor yang berjalan dari arah berlawanan. “Akibatnya, tabrakan tak dapat dihindarkan,” jelas Faizal saat dikonfirmasi per telepon.

Berdasarkan penyelidikan sementara, bus yang tak dapat dikendalikan tersebut menabrak beberapa mobil dan sepeda motor dari lawan arah. Berturut- turut bus menghantam sedikitnya empat sepeda motor serta mobil sedan Mazda H 7026 KA; Nissan Grand Livina H 9435 EA dan Honda Jazz H 9351 UL.

Akibat tabrakan ini, Eko Budiarto, salah seorang pengendara sepeda motor warga Pandean Tamanharjo, Semarang tewas di lokasi kejadian. Tabrakan juga mengakibatkan pengemudi sedan Mazda, Agus Irfan tewas terjepit di bodi mobil.

Polisi bersama warga membutuhkan waktu hampir satu jam untuk mengevakuasi warga Ganesha Mukti, Semarang ini. “Sementara 15 orang lainnya yang mengalami luka- luka segera dilarikan ke rumah sakit (RS) Muhammadiyah Roemani, Semarang dan RSUP Dr Kariadi,” lanjutnya.

Sementara itu, Sutanto beberapa saat setelah kejadian meninggalkan kendaraannya dan dikabarkan melarikan diri. Namun ia mengamankan diri ke Pos Polisi Peterongan.

Kini sopir Bus maut PO Nugroho ini telah kami amankan dan kecelakaan ini dalam penanganan Satlantas Polrestabes Semarang. "Dugaan sementara penyebab kecelakaan ini karena rem bus tak berfungsi dengan baik,” tambah Faizal.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.329 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.325 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    905 respon

Total Respon: 9.559
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft