Republika Online
Updated: Mon, 14 Jan 2013 05:26:32 GMT

Dua Mayat Ditemukan di Hutan, Ternyata Mereka adalah...



Dua Mayat Ditemukan di Hutan, Ternyata Mereka adalah...

Dua Mayat Ditemukan di Hutan, Ternyata Mereka adalah...

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN---Petugas Kepolisian Resor (Polres) Madiun berhasil mengungkap identitas mayat laki-laki dan perempuan yang ditemukan warga di kawasan hutan jati Desa Kuwiran, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ahad (13/1).

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Edi Susanto, Senin mengatakan dari hasil penyelidikan sementara, dua mayat tersebut adalah Aan dan Nia. Keduanya memiliki hubungan keluarga, yakni bapak dan anak yang merupakan warga Kota Madiun.
"Selain itu, Aan dan Nia ini juga merupakan suami dan anak dari Retno Sugiarti, perempuan yang ditemukan meninggal dalam taksi Bima di rumah kontrakannya Jalan Margobawero, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun pada Rabu (9/1). Jadi kasus kematian satu keluarga ini masih misteri," ujarnya.

Menurut dia, identitas kedua mayat tersebut diketahui melalui penelusuran panggilan tak terjawab dari telepon seluler yang ditemukan di saku korban laki-laki.

Dari telepon tersebut, polisi bisa menghubungi nomor yang tertera pada panggilan tak terjawab terbaru pada 9 Januari 2013. Dari komunikasi tersebut polisi bisa terhubung dengan Ibu Senen, warga Jalan Kemuning, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, yang merupakan ibu Aan.
"Kami berhasil melacak melalui telepon seluler korban. Setelah kami temui orang tuanya dan kami tanyai ciri-ciri korban, ternyata cocok," kata Edi.

Semula, polisi menduga dua mayat yang ditemukan pada Ahad (13/1) merupakan pasangan remaja. Polisi kesulitan memperkirakan usia korban karena fisik kedua mayat yang mulai hancur dan membusuk.

Sebelumnya, Retno Sugiarti ditemukan meninggal dunia di dalam taksi bernomor polisi AE-305-CX pada Rabu (9/1). Kematian Retno dilaporkan sopir taksi yang membawanya, Khoirul. Menurut Khoirul, Retno bersama suami dan anaknya, Aan dan Nia, semula berangkat dari Madiun pada 8 Januari 2013 menuju Malang untuk berobat, namun tak bertemu dengan orang yang dituju.

Berdasarkan rekam medis yang ditemukan di dalam tas korban saat itu, Retno mengalami gangguan jantung. Esoknya, 9 Januari 2013, mereka kembali ke Madiun. Sesampai di Jombang, Retno muntah darah. Perjalanan dilanjutkan sampai di Nganjuk. Menurut Khoirul, sesampai di Nganjuk, suami dan anaknya malah turun dari taksi dan memilih naik motor.

Aan malah meminta Khoirul mengantar Retno sampai Kota Madiun. Setelah sampai di rumah kontrakannya di Kota Madiun, saat dilihat ternyata Retno sudah tak bernyawa. Khoirul memberitahu warga dan dilaporkan ke polisi. Kepolisian Resor Madiun Kota langsung memintai keterangan Khoirul dan membawa jasad Retno ke RSUD dr Soedono, Kota Madiun, untuk diotopsi.

Selang empat hari kemudian, dua mayat laki-laki dan perempuan ditemukan warga di petak 300 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Kuwiran, Badan Kesatuan Pemangkutan Hutan (BKPH) Dungus, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun atau termasuk Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Kedua mayat tersebut ternyata adalah Aan dan Nia. Hingga kini polisi masih menyelidiki misteri kematian satu keluarga tersebut yang terjadi di dua lokasi, yakni masuk wilayah hukum Polres Madiun Kota dan Polres Madiun.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    1.295 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    5.794 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    308 respon

Total Respon: 7.397
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft