Republika Online
Updated: Mon, 16 Jul 2012 23:50:05 GMT

Buku Biografi Baharuddin Lopa Diluncurkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kejaksaan Agung resmi meluncurkan buku biografi mantan Jaksa Agung, Baha...


Buku Biografi Baharuddin Lopa Diluncurkan

Buku Biografi Baharuddin Lopa Diluncurkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kejaksaan Agung resmi meluncurkan buku biografi mantan Jaksa Agung, Baharuddin Lopa, Senin (16/7). Buku setelah 200 halaman itu berjudul 'Apa dan Siapa Baharuddin Lopa'.

Peluncuran buku yang ditulis Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Hendro Dewanto itu diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-52. Dalam peluncuran buku tersebut, hadir Jaksa Agung, Basrief Arief.

Dalam acara yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Basrief menyatakan, saat ini situasi dimana penegakan hukum sedang mendapatkan citra kurang baik, keteladanan dari seorang Baharuddin Lopa diharapkan dapat mengembalikan citra baik bagi penegakan hukum dan khususnya lembaga kejaksaan. "Karena bagi jaksa, persoalan yang paling penting adalah integritas. Karena kita ketahui bersama bahwa integritas menjadi kunci dalam upaya penegakan hukum," katanya melalui laman Kejaksaan Agung.

Buku itu berisi kisah perjalanan hidup dan karier almarhum sejak menjadi jaksa muda, Menteri Hukum dan HAM, hingga terakhir menjadi Jaksa Agung. Buku tersebut menceritakan langkah-langkah tegas mendiang ketika bekerja sebagai jaksa.

Baharuddin Lopa lahir di Pambusuang, Balanipa, Polewali Mandar, Sulawesi Selatan (kini Sulawesi Barat), 27 Agustus 1935 silam. Ia wafat pada usia 65 tahun di Riyadh, Arab Saudi pada 3 Juli 2001 lalu. Almarhum meninggal di rumah sakit Al-Hamadi Riyadh pukul 18.14 waktu setempat atau pukul 22.14 WIB di Arab Saudi akibat gangguan pada jantungnya.

Semasa hidupnya, pria yang dikenal sebagai 'pendekar hukum', karena memiliki ketegasan itu, pernah menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI ke-22 dari 9 Februari-2 Juni 2001 dan Jaksa Agung Republik Indonesia ke-17 dengan masa jabatan 2 Juni-20 Juli 2001. Baharuddin Lopa juga adalah mantan Duta Besar RI untuk Arab Saudi. Antara tahun 1993-1998, ia duduk sebagai anggota Komnas HAM.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.033 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.479 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    765 respon

Total Respon: 8.277
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft