Republika Online
Updated: Mon, 02 Sep 2013 20:32:00 GMT

BPBD Data Daerah yang Terkena Kekeringan



BPBD Data Daerah yang Terkena Kekeringan

BPBD Data Daerah yang Terkena Kekeringan

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi tengah melakukan pendataan daerah yang terkena dampak kekeringan. Langkah ini untuk mempercepat penanganan kekeringan terutama krisis air bersih.

"Kami masih melakukan pendataan daerah yang kekeringan," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar, kepada Republika, Senin (2/9).

Sebab, hingga kini belum ada laporan dari kecamatan terkait masalah kekeringan. Hal ini bisa diartikan dua yakni belum terjadi kekeringan atau telah terkena kekeringan namun belum dilaporkan.

Sehingga, kata Irwan, BPBD akan secara proaktif meminta informasi dari 47 kecamatan. Sehingga laporan itu bisa segera ditindaklanjuti.

Menurut Irwan, BPBD juga akan menggelar rapat koordinasi penanganan dampak kemarau dalam pekan ini. Koordinasi akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti PDAM dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan (DPTP).

Diharapkan kata Irwan, semua instansi terkait bisa bergerak secara cepat untuk menangani dampak kekeringan. Terlebih, pada 2012 lalu luasan dampak kekeringan tersebar di banyak kecamatan.

Pada tahun lalu ada sebanyak 35 kecamatan yang melaporkan terkena dampak kekeringan. Khususnya, masalah krisis air bersih dan banyak areal pertanian yang gagal panen (puso).

Data DPTP Kabupaten Sukabumi menyebutkan, pada 2012 jumlah luasan yang kekeringan mencapai sebanyak 7 ribu hektare. Di mana sebanyak 2.499 hektare di antaranya mengalami gagal panen.

Di tempat terpisah, BPBD Kabupaten Cianjur juga memantau secara khusus dampak kekeringan. "Kami sudah menyebarkan surat edaran terkait waspada kekeringan ke semua kecamatan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suhara.

Diterangkan dia, dalam imbauan tersebut warga diminta mewaspadai potensi kebakaran karena puntung rokok. Selain itu para petani diminta merubah pola tanamnya dari padi ke tanaman palawija. Hal ini untuk menghindari terjadinya gagal panen akibat kesulitan mendapatkan air.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.286 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.280 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    465 respon

Total Respon: 7.031
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft