Republika Online
Updated: Wed, 05 Jun 2013 01:21:00 GMT

'Berjilbab Tak Ganggu Aktivitas Polwan'



'Berjilbab Tak Ganggu Aktivitas Polwan'

'Berjilbab Tak Ganggu Aktivitas Polwan'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi wanita (polwan) berharap kapolri mengizinkan mereka memakai jilbab saat berdinas. Sebab, berjilbab dinilai para polwan tidak mengganggu aktivitas mereka sebagai pelayan masyarakat.

Sebelumnya, seorang polwan yang berdinas di Polda Jawa Tengah mengeluhkan karena dilarang memakai jilbab saat mengenakan seragam polisi. Bahkan, kapolri mengeluarkan surat edaran jika pemakaian jilbab dengan seragam dinas polisi hanya diperbolehkan bagi polwan yang berdinas di Polda Nanggroe Aceh Darussalam.

"Kami para polwan minta tolong kepada para ulama, terutama Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyampaikan keinginan kami agar diperbolehkan berjilbab," ujar polwan yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada Ustaz Wahfiudin yang disampaikan ke ROL, Selasa (4/6).

Bahkan, ungkap Ustaz Wahfiudin, polwan tersebut ingin mengajukan pensiun dini jika tidak diizinkan berjilbab. Ia mengatakan, banyak rekan-rekannya yang takut meminta izin berjilbab kepada kapolri karena takut dimutasi atau mendapat hukuman disiplin. Padahal, larangan memakai serangan dengan berjilbab dinilai polwan tersebut sebagai pelanggaran HAM.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.013 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.405 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    755 respon

Total Respon: 8.173
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft