Republika Online
Updated: Sat, 11 May 2013 02:30:00 GMT

Anggrek Merpati Disebut Berpotensi Sebagai Antikanker



Anggrek Merpati Disebut Berpotensi Sebagai Antikanker

Anggrek Merpati Disebut Berpotensi Sebagai Antikanker

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Anggrek Merpati (Dendrobium crumenatum Swartz) mempunyai potensi sebagai kandidat antikanker, kata Koordinator Tim Peneliti Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Ardaning Nuriliani.

"Hasil penelitian menunjukkan Anggrek Merpati yang merupakan genus dendrobium mempunyai potensi sebagai antikanker dan antitumor. Namun, keberadaan anggrek tersebut di Indonesia tidak menjadi perhatian masyarakat," katanya di Yogyakarta, Jumat.

Padahal, menurut dia, penelitian genus dendrobium selama ini telah banyak dilakukan di beberapa negara seperti China dan Jepang untuk obat-obatan.

Ia mengatakan penelitian yang mereka lakukan adalah untuk mengetahui efek sitoksisitas ekstrak etanolik daun dan "pseudobulb" Dendrobium crumenatum Swartz terhadap "cell lines" kanker serviks (HeLa) secara in vitro.

Selain itu, juga untuk mengetahui aktivitas antiangiogenesis secara in vivo dengan menggunakan membran korio alantois (MKA) telur ayam berembrio.

"Dari penelitian yang kami lakukan yakni induksi melalui apoptosis (mekanisme biologi yang merupakan salah satu jenis kematian sel terprogram) menunjukkan hasil rendah," katanya.

Namun, menurut dia, setelah dilanjutkan dengan uji antiangiogenesis pada membran korio alantois menunjukkan adanya potensi sebagai kandidat antikanker.

Penelitian tentang Anggrek Merpati itu telah mengantarkan tim tersebut meraih penghargaan tingkat internasional sebagai Best Paper Award pada The First Annual International Scholar Conference (AISCT) di Taiwan, 27-29 April 2013 untuk kategori Health and Pharmacy.

Tim tersebut berhasil menyisihkan puluhan tim lainnya dari beberapa negara seperti Vietnam, Malaysia, Taiwan, dan Jepang.

Anggota Tim Peneliti Fakultas Biologi UGM antara lain Nastiti Wijayanti, Atiek Kusmiyati, Yekti Asih Purwestri, dan Riski Topriyani.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.410 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.574 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    941 respon

Total Respon: 9.925
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft