Republika Online
Updated: Wed, 03 Oct 2012 18:56:27 GMT

Anak Perusahaan Telkom Dituntut Hapus 'Outsourcing'



Anak Perusahaan Telkom Dituntut Hapus 'Outsourcing'

Anak Perusahaan Telkom Dituntut Hapus 'Outsourcing'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan buruh dari berbagai elemen menuntut agar sistem kerja alih daya (outsourcing) di anak perusahaan PT Telkom dihapuskan.

"Kami melakukan advokasi terhadap teman-teman yang dipecat secara sepihak oleh perusahaan karena menolak sistem outsourcing," ujar Ketua DPP Aspek, M Hakim, dalam aksi di depan gedung Multimedia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/10).

Terdapat 108 karyawan yang dipecat karena menolak diberlakukannya sistem outsourcing.

"Kami menginginkan karyawan tersebut diangkat menjadi karyawan tetap karena sudah belasan tahun mengabdi. Kedua kami meminta perusahaan membayar lembur sesuai dengan UU yang berlaku, dan terakhir agar diberikan jaminan kesehatan," Hakim menegaskan.

Hakim mengatakan jika permintaan tersebut tidak dipenuhi maka buruh akan menginap.

Lebih dari tiga juta buruh di sejumlah daerah turun ke jalan menuntut agar dihapuskannya sistem outsourcing, menolak upah murah, dan secepatnya pemberlakuan jaminan sosial.

Berbeda dengan aksi sebelumnya, unjuk rasa buruh kali ini tidak terpusat di Jakarta, melainkan di sejumlah daerah.

Para buruh berjanji akan turun dengan massa lebih banyak lagi, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi pemerintah.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.020 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.422 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    756 respon

Total Respon: 8.198
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft