Republika Online
Updated: Tue, 03 Sep 2013 14:33:55 GMT

1.200 BLSM Belum Bisa Disalurkan



1.200 BLSM Belum Bisa Disalurkan

1.200 BLSM Belum Bisa Disalurkan

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – PT Pos Indonesia cabang Indramayu mulai menyalurkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tahap II. Dari total 174.002 penerima BLSM, tercatat ada 1.200 penerima BLSM, yang belum bisa dibagikan.

"Sebanyak 1.200 BLSM itu belum bisa dibagikan karena sejumlah alasan,’’ ujar Kepala Kantor Pos Cabang Indramayu, Norman Fitriyadi, didampingi Ketua Satgas BLSM, Aris Ristiadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/9).

Aris menyebutkan, alasan tersebut yakni penerimanya telah meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris. Selain itu, penerimanya telah pindah alamat ke luar kota, dan penerimanya ternyata memiliki tingkat ekonomi yang cukup tinggi.

Menurut Aris, 1.200 BLSM itu juga sebelumnya belum dibagikan kepada penerimanya saat BLSM tahap I. Pihaknya pun telah menyerahkan masalah tersebut kepada masing-masing desa untuk mencarikan penggantinya.

Saat ini, terang Aris, pihak desa sudah mengajukan usulan pengganti penerima BLSM tersebut dan diserahkan kepada Kementerian Sosial.

Dia berharap, kartu perlindungan sosial (KPS) pengganti sebagai syarat penerimaan BLSM segera turun sebelum Desember 2013. Dengan demikian, BLSM tersebut dapat disalurkan kepada para penerimanya. "Jadi nanti mereka menerima dua BLSM sekaligus (BLSM tahap I dan tahap II),’’ kata Aris.

Lebih lanjut, Aris mengatakan, pembagian BLSM akan terus dilakukan ke seluruh kantor cabang pos di berbagai daerah di Kabupaten Indramayu mulai 9 September 2013. Sedangkan pekan ini, pembagian BLSM hanya dilakukan di kantor pos Indramayu untuk tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Indramayu, Pasekan, dan Sindang.

Salah seorang warga Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, Cipto, mengaku sangat bersyukur bisa kembali menerima BLSM. Dia mengatakan, uang BLSM tersebut akan digunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.275 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.175 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    881 respon

Total Respon: 9.331
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft