okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Fri, 01 Feb 2013 03:06:39 GMT | By dede.suryana, okezone.com

Ustaz Luthfi Ternyata Kenal Maharani



Ustaz Luthfi Ternyata Kenal Maharani

JAKARTA - Bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, ternyata mengenal Maharani, mahasiswi Universitas DR Moestopo yang Selasa lalu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Ahmad Fathanah, di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.

"Iya (kenal)," kata dia setelah menjalani ibadah Salat Jumat dengan dua tahanan lain, Djoko Susilo dan Zulkarnaen Djabar, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).

Namun, Luthfi enggan menjelaskan lebih detail seberapa jauh dirinya mengenal Rani. Di justru buru-buru menaiki mobil tahanan KPK yang akan membawanya kembali ke Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta Selatan.

Pengakuan Luthfi Hasan ini seperti semakin menguatkan aroma gratifikasi seks dalam kasus suap izin impor daging sapi. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, mengatakan meski Luthfi Hasan Ishaaq tidak berada di tempat kejadian ketika operasi ini dilakukan, namun penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup yang membuktikan keterlibatannya.

"Ini yang mesti saya jelaskan, bayangkan penyidik-penyidik kami dalam waktu 1x24 jam harus melihat relasi-relasi itu dan mempunyai keyakinan. Itu sebabnya, selain profesionalisme juga berdasarkan alat-alat bukti dan macam-macam itu jadi penting," kata Bambang di KPK kemarin.

Bambang memang tidak menyatakan ada gratifikasi seks di kasus itu. Tapi, dia mengaku mempertaruhkan profesionalisme KPK dalam menetapkan Luthfi sebagai tersangka. "Semua pihak yang kami duga berkaitan maka kemudian dia menjadi bagian dari yang perlu diambil tindakan. Kenapa sekarang perlu diambil tindakan seperti itu? Kami tidak mau juga kecolongan," ungkap Bambang.

Maharani sendiri ditangkap penyidik KPK, ketika sedang berdua dengan kolega Luthfi, Ahmad Fathanah di sebuah kamar Hotel Le Meridien. Sebelumnya, Ahmad Fathanah baru saja menerima uang Rp1 miliar dari dua petinggi PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi, di kantor mereka di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Uang Rp1 miliar itu diduga sebagai uang muka untuk Luthfi Hasan Ishaaq agar bisa meloloskan perusahaan itu sebagai importir daging sapi. Konon, suap itu sendiri bernilai Rp40 miliar.

Di kasus ini, KPK telah menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka suap yang diduga menerima janji berdasarkan dua alat bukti yang cukup. Dia ditahan di Rutan Guntur sehari setelah KPK menetapkan tersangka dan menahan Ahmad Fathanah dan dua pengusaha importir itu ke Rutan yang terpisah satu dengan yang lain.

KPK menyita barang bukti berupa uang Rp1 miliar yang terdiri dari pecahan Rp 100 ribu. Selain itu, di belakang jok mobil Ahmad Fatanah KPK mengamankan sejumlah buku tabungan dan beberapa berkas di kantong plastik hitam.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    1.277 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    5.691 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    302 respon

Total Respon: 7.270
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft