okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Tue, 26 Mar 2013 05:05:55 GMT | By taufik.budi, okezone.com

Tetapkan Bupati Sula Tersangka, Kapolda Malut Dicopot



Tetapkan Bupati Sula Tersangka, Kapolda Malut Dicopot

TERNATE - Informasi seputar pencopotan Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol Affan Richwanto oleh Mabes Polri merebak. Beberapa sumber penting di internal Polda Malut membenarkan kabar pencopotan itu.

Kabar pencopotan Affan Richwanto menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat. Betapa tidak? Di tengah gencarnya Affan mengampanyekan pemberantasan korupsi di Malut, tiba-tiba dicopot dari jabatannya.

Terlepas dari prosedur dan mekanisme yang berlaku di seragam baju coklat itu, pencopotan Affan melahirkan spekulasi analisis kuat di publik Malut.

Pasalnya, belum setahun berselang, di tengah pengusutan sejumlah kasus dugaan korupsi APBD di Kabupaten Kepulauan Sula yang melibatkan Bupati Sula, Ahmad Hidayat Mus, yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Malut, Wadirreskrimsus Polda Malut, AKBP Rudi Sutrajat, lebih dulu terpental.

Alasannya, pencopotan itu klasik dan penyegaran jabatan baru. Padahal, Rudi diketahui memiliki peran penting dalam pengusutan kasus korupsi di Malut. Pemindahan Rudi tak lama setelah surat panggilan pertama dilayangkan kepada bupati dua periode itu untuk diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dana pembangunan Masjid Raya Sanana Kepsul yang menelan biaya Rp25 miliar dari APBD 2006-2010.

Berdasarkan surat Mabes Polri ST/592/III/2013 tertanggal 25 Maret 2013, Affan akan dimutasi menjadi Dir Satwa Baharkan Polri untuk menggantikan posisi Brigjen Pol Machfud Arifin.

"Sementara informasi yang diperoleh, Brigjen Pol Machfud Arifin yang menjabat Direktur Bidang Satwa Mabes Polri, akan menggantikan Affan Richwanto sebagai Kapolda Malut," ujar salah satu sumber di Mapolda Malut, Selasa (26/03/2013).

Dicopotnya Affan secara mendadak, menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat. Bahkan di Mapolda, ada yang menilai internal Mapolda Malut terpecah menjadi dua terkait penanganan kasus korupsi yang melibatkan Bupati Sula.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendrik Rumsayor, tidak menjawab saat dihubungi melalui telefon genggam. Meski ada nada sambung, namun Hendrik enggan menjawab panggilan masuk. Dia juga tidak menjawab saat dikonfirmasi melalui pesan singkat SMS.

Sebelumnya, Hendrik mengaku, penanganan kasus korupsi dana Masjid Raya yang melibatkan Bupati Sula, menyebabkan internal penyidik tidak sejalan. Bahkan, ada penyidik yang sengaja mengaburkan dua tahanan dari sel tahanan Mapolda Malut, yakni Mage (kontraktor) dan Safrudin Buanabot (pejabat pembuat komitmen). Saat ini keduanya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.212 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    887 respon

Total Respon: 9.391
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft