okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Sun, 14 Jul 2013 02:27:15 GMT | By kemas, okezone.com

'Si Geng' Dibunuh & Bangkainya Dibiarkan di Aceh Jaya



'Si Geng' Dibunuh & Bangkainya Dibiarkan di Aceh Jaya

BANDA ACEH - Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) ditemukan mati mengenaskan di Gampong Ranto Sabon, Kecamatan Samponiet, Kabupaten Aceh Jaya.

Bangkai gajah liar ini ditemukan tanpa gading, belalainya juga sudah terpisah dari tubuh.

Komandan Polisi Hutan Aceh Jaya, Armidi, menduga, gajah jantan bernama 'Si Geng' ini mati setelah terkena jebakan yang dipasang pemburu gading di kawasan hutan Ranto Sabon. Pelaku kemudian memisahkan belalainya dari kepala dan mengambil gadingnya.

"Gajah itu ditemukan sudah mati kemarin sore. Gadingnya sudah tidak ada lagi, belalainya sudah terpisah dari badannya tapi masih ada di situ," kata Armidi saat dihubungi Okezone, Minggu (14/7/2013).

Gajah berusia sekira 30 tahun itu memang liar, tapi sangat berani dan bersahabat dengan warga sekitar hutan setempat. Dia tak pernah lari melihat orang, ketika warga memintanya pergi dari perkebunan, gajah itu menuruti dan pergi menuju hutan lagi.

"Makanya orang-orang sekitar panggil gajah itu dengan nama Si Geng, pemberani," ujar Armidi.

Dua hari sebelum mati, gajah itu masih sempat terlihat oleh masyarakat sekitar Ranto Sabon. Dia kembali ke hutan pada Jumat lalu dan ditemukan mati mengenaskan keesokan harinya.

"Sampai hari ini bangkainya masih di lokasi, belum di kubur. Butuh becho untuk menguburnya," sebut Armidi.

Kasus memburu gading gajah dengan cara memasang perangkap, lantur dia, baru kali ini terjadi di Aceh Jaya, sehingga butuh perhatian semua pihak untuk melindungi gajah yang populasinya kini mulai terancam. "Sebelum-sebelumnya gajah ditemukan mati karena diracun," katanya.

Beberapa waktu lalu polisi hutan bersama pawang gajah di CRU Sarah Due, Sampoiniet sempat menemukan sebuah ranjau jebakan gajah terpasang di hutan setempat. "Jebakan itu langsung kami rusak," ujar Armidi.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.974 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.279 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    740 respon

Total Respon: 7.993
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft