okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Sat, 13 Apr 2013 03:11:03 GMT | By bahol, okezone.com

Seribu Lilin untuk 11 Anggota Kopassus Penyerang LP Cebongan



Seribu Lilin untuk 11 Anggota Kopassus Penyerang LP Cebongan

JAKARTA - Keluarga anggota pasukan elite Kopassus mendukung 11 anggota Kopassus yang kini menjalani proses hukum karena diduga menjadi pelaku penembakan hingga menewaskan empat tahanan di Lapas Kelas IIB Cebongan, Kabupaten Sleman, DIY.

Keluarga anggota purnawirawan TNI yang tergabung dalam Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Baret Merah (FKPBM) itu juga menyalakan seribu lilin di lapangan RA Fadillah, Cijantung, Jakarta Timur. Aksi itu sebagai bentuk keprihatinan atas tewasnya seorang anggota Kopassus, Serka Heru Santoso yang menjadi korban kebrutalan preman.

Ketua FKPBM, Agus Suwandi, mengatakan, aksi premanisme sudah sangat meresahkan. Sebab, ulah preman hingga menewaskan aparat keamanan, telah meruntuhkan wibawa TNI dan Polri. "TNI dan Polri tidak ada wibawa, karena preman berani membunuh anggota TNI," ujar Agus, Jumat (12/42013) malam.

Menurut Agus, penembakan yang dilakukan 11 anggota Kopassus terhadap empat tersangka penganiayaan hingga menewaskan Serka Heru Santoso, tak hanya dikarenakan semangat jiwa korsa, namun juga penegakan hukum tidak berjalan.

"Ini menunjukan bila selama ini hukum negara tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, hingga akhirnya terjadi kasus di Lapas Sleman, Jogja," tambahnya.

Agus menambahkan, penyerangan lapas itu bukan tindakan melanggar HAM. Bahkan, aksi tersebut dinilai sebagai bentuk kepahlawanan prajurit.

"Kasus LP Cebongan bukan pelanggaran HAM. Komnas HAM hanya bergerak ketika TNI Polri melakukan kesalahan, tapi bagaimana jika orangtua kita ditembak, apa Komnas HAM bergerak? tidak ada," tandasnya.

Ratusan keluarga TNI itu meneteskan air mata, saat Agus memimpin renungan menjelang peringatan HUT Kopassus ke 61 pada 16 April nanti.

"Yang dilakukan Heru Santoso merupakan bentuk kepahlawanan, dialah pelaku perubahan. Begitu pula 11 anggota Kopassus yang kini menghadapi sidang, mereka pahlawan yang perlu dibantu. Mereka adalah fighter, yang langsung melibas preman. Kita harus dukung," katanya.

Usai menggelar acara seribu lilin ratusan orang yang terdiri berbagai usia itu, meneriakan salam khas Kopassus. Acara itu juga dihadiri ormas keluarga TNI lain, yakni FKPPI, Pemuda Pancasila dan PPM.

1Komentar
13 Apr, 2013 08:54
avatar
Keberadaan preman sangat meresahkan, menteror rasa aman warga.   Perang terhadap preman sangat mendapat dukungan dari  warga...
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.020 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.422 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    756 respon

Total Respon: 8.198
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft