okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Fri, 19 Apr 2013 08:08:40 GMT | By ardi.januar, okezone.com

SBY Sudah Jabat Ketum, Kader Masih Saja Korupsi



SBY Sudah Jabat Ketum, Kader Masih Saja Korupsi

JAKARTA _ Nampaknya, kasus korupsi tetap terus menggoroti Partai Demokrat. Meski partai berlambang bintang Mercy ini telah diambil alih oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun masih saja ada kader yang belum lepas dari perangkap korupsi.

Berbagai kasus korupsi terus mengguncang Partai Demokrat. Mulai dari kasus korupsi Wisma Atlet PON Riau, Laboratium Perguruan Tinggi, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Dana Bantuan Sosial, Pengambangunan Sport Center Hambalang, dan baru-baru ini publik dikejutkan dengan kasus suap pemberian izin lokasi untuk pembangunan tempat pemakaman bukan umum (TPBU) baru-baru ini.

Tak sedikit dari elit partai yang telah mendekam dijeruji besi karena kasus korupsi tersebut. Antara lain, mantan Bendahara Umum PD M Nazaruddin, mantan Anggota DPR Angelina Sondakh, dan calon penghuni baru penjara seperti mantan Sekretaris Dewan Pembina yang sekaligus Mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng, mantan Ketua umum Anas Urbaningrum, Wali Kota Bandung Dada Rosada, Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher, dan masih banyak kader lainnya yang akan menyusulnya.

Entah dengan cara apalagi yang akan dilakukan SBY sebagai Ketum baru yang ingin membersihkan kader dari korupsi. Padahal, sejak kasus korupsi yang membelit mantan Bendum M Nazaruddin itu, SBY terus mewanti-wanti kader agar tidak terlibat korupsi. Disamping itu, SBY dan Majelis Tinggi partai juga telah membuat pakta ingetritas agar kader terhindar dari kasus tersebut. Namun, tetap saja para kader seakan tak menghiraukan himbauan serta penandatanganan pakta integritas tersebut.

Persoalaan korupsi membuat partai ini semakin merosot dan anjlok elektabilitasnya. Bahkan, demi menyelamatkan partai ini pun tak sedikit cara yang telah diupayakan oleh SBY. Mulai menjabat semua posisi penting seperti Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Pembina, dan Ketua Dewan Kehormatan agar bisa memantau semua kader dan tentunya selamat dari kasus korupsi. Akan tetapi semua jabatan tak berfungsi apa-apa.

Masih hangat dalam ingatan kita, upaya yang dilakukan SBY setelah Anas Urbaningrum mengundurkan diri sebagai Ketum karena ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi kasus korupsi Hambalang lalu tampuk kekuasaan tersebut diambil alih oleh SBY dengan dalih partai harus segera diselamatkan. Tapi, langkah tersebut tak membuat kader insaf berbuat korupsi.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.301 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.236 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    890 respon

Total Respon: 9.427
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft