okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Wed, 13 Feb 2013 07:32:11 GMT | By bahol, okezone.com

Perlawanan Bawah Tanah, Babak Baru Konflik Demokrat



Perlawanan Bawah Tanah, Babak Baru Konflik Demokrat

JAKARTA _ Pengamat politik dari Charta Politika Arya Fernandes menilai langkah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono cukup berhasil meredam konflik internal partainya secara terbuka. Setidaknya, kata dia pidato SBY telah mengunci faksi Ketua Umum Anas Urbaningrum untuk melakukan perlawanan.

"Saya kira pasca pidato SBY dilanjukan tanda tangan pakta integritas cukup berhasil meredam konflik internal PD. Mengunci politik Anas. Tapi tidak sepenuhnya bisa meredam, seperti konflik faksi majelis tinggi," ungkap Arya saat berbincang dengan Okezone, Selasa (12/2/2013).

Saat ini kata dia, konflik antara faksi Anas dan SBY terjadi dibawah tanah. "Sekarang konfliknya di bawah tanah, tentu ada gerilya kedua belah pihak," jelas dia.

Namun, kata dia Anas akan kembali menguat bila jeretan hukum terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus Hambalang tidak terbukti. Selain itu, bila elektabilitas PD tidak meningkat pasca dikendalikan Majelis Tinggi maka konflik internal PD justru semakin kuat.

"Tergantung dua hal, pertama status Anas, bila lepas dari jeratan hukum dia kembali rebut PD. Kedua, bila elektabilitas tidak meningkat pasca diambil alih Majelis Tinggi maka justru konflik ini kembali terjadi. Ini tantangan bagi majelis tinggi selama tiga bulan kedepan bila tidak meningkat maka mereka akan ada perlawanan kembali," jelas dia.

Sehingga kata dia, langkah SBY merupakan tantangan tersendiri untuk menjawab jebloknya elektabilitas partai. Maka bila tidak berhasil langkah tersebut akan menjadi bomerang bagi SBY sendiri.

"Saya kira, langkah SBY apakah berhasil atau tidak ini dipertaruhkan. Jika tidak ada perubahan yang lebih baik maka akan digoyang. Karena majelis tinggi ini kan cukup kuat. Ini kan mengunci potensi kader-kader untuk kritis dan melawan. Pilih aman melalui majelis tinggi, meskipun ini bertentangan dengan konstitusi parpol," pungkasnya.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.275 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.276 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    464 respon

Total Respon: 7.015
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft