okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Sat, 30 Mar 2013 07:47:58 GMT | By taufik.budi, okezone.com

Pengamat: Tim Investigasi TNI Rentan Hilangkan Barang Bukti



Pengamat: Tim Investigasi TNI Rentan Hilangkan Barang Bukti

JAKARTA _ Pengamat pertahanan, Rizal Darma Putra, menilai tim investigasi TNI AD untuk mengungkap kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Cebongan, Sleman, DIY, tidak akan berjalan efektif.

"Saya menyambut baik tim investigasi yang dibentuk TNI, tapi menurut saya lebih baik itu dilakukan tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Kemenkum HAM, Komnas HAM, Komisi I dan Komisi III DPR,"ujar Rizal saat dihubungi Okezone, Jumat 29 Maret malam.

Menurutnya, tim investigasi yang dilakukan bersama untuk meminimalisasi perbedaan hasil investigasi serta kecurangan jika ada pihak internal terlibat. Selain itu, tim investigasi gabungan yang akan dipimpin anggota DPR bisa lebih bersifat netral saat menyampaikan hasil penyelidikan kepada publik.

"Jika hanya dilakukan oleh tim dari TNI AD hasilnya dikhawatirkan akan berbeda dengan hasil investigasi Komnas HAM atau hasil penyelidikan yang dilakukan Polri. Jika hasilnya berbeda-beda akan membuat rakyat bingung, padahal kasus itu harus dibuka jangan ada yang ditutup-tutupi," tambahnya.

Selain hasilnya berbeda, tim investigasi sendiri (bukan gabungan) juga rentan menghilangkan barang bukti.

"Rawan terjadi penghilangan barang bukti jika ada dugaan pihaknya terlibat, selain itu juga pemotongan alur peristiwa dan pemutusan akses terhadap saksi dan senjata," paparnya.

Penyerangan dengan menggunakan senjata, lanjut dia, mestinya menjadi petunjuk bagi tim investigasi untuk memeriksa yang bertanggung jawab pada gudang senjata. Meski anggota TNI tidak mudah untuk membawa, tapi bila ada komando maka senjata tersebut dapat dikeluarkan.

"Selama ini TNI tidak pernah membawa pulang senjata, semuanya disimpan dalam gudang. Jadi mestinya komandan gudang senjata juga haris diperiksa. Meski demikian peeriksaan ini berlaku untuk TNI dan Polri. Semuanya diperiksa, baik gudang senjata di Jogja maupun Jawa Tengah," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, TNI AD membentuk tim investigasi berjumlah sembilan orang yang dipimpin Wadan Puspom, Brigjen TNI Unggul. Tim dibentuk untuk melakukan investigasi karena ada dugaan oknum TNI terlibat pada penyerangan dan penembakan empat tahanan di Lapas Cebongan, pada Sabtu, 23 Maret.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.358 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.298 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    474 respon

Total Respon: 7.130
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft