okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Thu, 02 May 2013 07:56:13 GMT | By anton, okezone.com

Korban Pemerkosaan & Pembunuhan Sopir Angkot Bertambah



Korban Pemerkosaan & Pembunuhan Sopir Angkot Bertambah

BUKITTINGGI - Santriwati asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, NS, ternyata bukan satu-satunya korban perampokan, pemerkosaan, dan pembunuhan yang dilakukan pria berinisial Wid atau WS. Ada seorang remaja perempuan lain yang juga diculik dan dibunuh pelaku.

Polresta Bukittinggi, Sumatera Barat, kembali mengevakuasi satu jenazah pada Rabu, 1 Mei 2013, sore. Polisi membawa kantong jenazah berisi tengkorak manusia dan beberapa pakaian perempuan ke kamar jenazah RSUD Ahmad Mukhtar, Bukittinggi.

Kerangka manusia itu dievakuasi dari persawahan Lungguak Batu, Jorong Koto Gadang, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam. Belum diketahui identitas korban.

Wakapolres Bukittinggi, Kompol Arif Budiman, mengatakan, penemuan jasad korban berbarengan dengan proses autopsi terhadap jenazah NS sore kemarin.

"Korban kedua ini akan kami periksa dulu, termasuk dengan pelakunya akan kami kembangkan dulu. Hal yang ang pasti, autopsi jenazah NS sudah kami lakukan dan sekarang sedang dibuat berita acara hasil autopsinya. Nanti keterangannya akan kami sampaikan," terang Arif, Kamis (2/5/2013).

Penemuan jenazah kedua itu sontak membuat kamar jenazah RSUD Ahmad Mukhtar dipenuhi warga. Mereka penasaran ingin mengetahui identitas korban.

Salah seorang pengunjung, Nelta Elvina, warga Kampung Caniago Tangah, Jorong Balai Badak, Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, mengaku kehilangan anak perempuannya sejak tiga bulan lalu.

Nelta mengaku anaknya yang hilang berinisial Nd (23). Korban meninggalkan rumah pada 3 Februari 2013 untuk pergi ke Bukittinggi menemui teman Facebooknya yang bekerja di pertokoan Pasar Aur Kuning.

"Kontak terakhir lewat telefon genggam pukul 07.00 WIB. Dia pergi menemui orang beranama Welly katanya. Terus menghilang lagi tidak bisa dihubungi. Welly itu mengaku jaga toko di Pasar Aur Kuning Bukittingi. Dia disuruh main ke situ," terang Nelta.

Sesuai ciri-ciri orang hilang yang disebut, polisi menduga kuat korban adalah anak Nelta. Saat evakuasi, polisi menemukan kaos belang hitam putih serta jaket kuning.

Sementara itu, WS mengatakan, modus pembunuhan terhadap korban kedua yang ditemukan sama dengan NS, yaitu memanfaatkan identitas palsu di Facebook. Pelaku yang juga sopir angkot itu mengaku sebagai perempuan dan mengajak korbannya untuk bertemu di suatu tempat. Bila terhadap korban pertama, NS, tersangka menggunakan nama Rani, maka kepada korban kedua dia mengaku sebagai Welly.

Setelah bertemu, WS membohongi korban bahwa perempuan tersebut adalah adiknya. Di perjalanan, WS melakukan aksinya dengan melakukan pemerkosaan dan perampokan. Korban kemudian dibunuh.

Pihak Polresta Bukititnggi masih mengembangkan kasus pembunuhan ini. Tidak tertutup kemungkinan jumlah korban bertambah.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.372 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.455 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    923 respon

Total Respon: 9.750
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft