okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Sat, 02 Feb 2013 07:10:31 GMT | By catur.nugroho, okezone.com

Inilah Pemicu Suap Impor Daging



Inilah Pemicu Suap Impor Daging

JAKARTA - Kasus suap impor daging yang melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, diduga adanya rebutan kouta daging sapi.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia, Thomas Sembiring, kouta daging impor pada tahun ini sudah dipangkas menjadi 32 ribu ton. Namun, dengan kouta yang terbilang kecil tersebut harus diperebutkan oleh 62 perusahaan.

"Kaus suap ini efek samping kebijakan pemerintah yang hanya mengijinkan kouta impor daging sebanyak 32 ribu ton kepada 62 perusahaan," kata Thomas, saat dihubungi Okezone, Jumat (1/2/2013).

Dikatakannya, kecilnya kouta tersebut membuat perusahaan importir daging menjerit dan terpaksa mencari jalan lain untuk mendapatkan kouta lebih.

"Perusahaan berusaha survei ada juga yang melakukan suap. Masalah suap sendiri sudah biasa di Indonesia dari mengurus KTP dan paspor pun semuanya bayar," jelasnya.

Pada bisnis impor daging, kata dia, PT Indoguna Utama merupakan perusahaan yang bisa dibilang besar karena dia memiliki gudang, memiliki angkutan yang besar dan juga mempunyai stok daging lokal.

"Ada kriteria untuk kouta daging tersebut, tidak mungkin semua sama tiap importir. Umpanya PT Indoguna yang sudah berkecimpung 30 tahun, tidak bisa disamakan dengan perusahaan baru," tuturnya.

Namun dalam kasus suap ini, sambung Thomas, ada sesuatu hal yang aneh dengan alasan kouta daging pada tahun 2013 sudah dibagi habis. Sehingga kalau ada suap untuk pengadaan daging tahun ini mau dari mana diambilnya kouta tersebut.

Thomas menjelaskan, jika ingin diadakan tambahan kouta impor daging, harus melewati persetujuan dari lintas kementrian. Dia pun menduga Luthfi akan menggunakan kekuasaaannya dengan menekan Menteri Pertanian (Mentan), Suswono, yang juga merupakan kader PKS, supaya ada penambahan kouta.

"Satu yang aneh melibatkan petinggi partai. Mungkin ya, presiden pks bisa memerintah Mentan," tuturnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka penerima suap Rp 1 miliar dari PT Indoguna Utama terkait kasus pengurusan daging sapi impor. Luthfi diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11. Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama AE atau Ahmad Fatanah, pihak swasta.

Praktik suap itu sendiri terjadi di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. Ketika suap terjadi Luthfi Hasan tidak berada di tempat. Namun, KPK berhasil membekuk pengusaha berinisial A dari PT Indoguna Utama, pria berinisial S yang diduga sebagai sopir A, serta wanita berinisial M.

Dari penangkapan itu, KPK mengamankan sejumlah uang yang nilainya ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Uang pecahan Rp100.000 itu disimpan dalam dua kantong plastik berwarna putih dan hitam.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.317 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    5.929 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    314 respon

Total Respon: 7.560
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft