okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Fri, 01 Mar 2013 08:01:20 GMT | By tri, okezone.com

Ini Penyebab Anggota Densus 88 Langgar HAM



Ini Penyebab Anggota Densus 88 Langgar HAM

JAKARTA- Mabes Polri mengakui, ada oknum Densus 88 yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) saat bertugas menangkap terduga teroris. Tapi menurut pengamat terorisme Ali Fauzi, pengakuan Polri tersebut bukanlah sesuatu yang baru. Kata dia, pelanggaran HAM oleh oknum Densus 88 sudah terjadi sejak lama.

"Kalau kita mengikuti perkembangan kasus terorisme dari awal sampai sekarang, memang namanya pelanggaran itu tidak bisa dilepaskan begitu saja karena berkaitan dengan personal di lapangan," kata dia kepada Okezone, Jumat (1/3/2013).

Dia yakin, kebijakan Polri secara keseluruhan sebenarnya tidak menghendaki adanya pelanggaran oleh Tim Densus 88 saat menangkap terduga teroris. Tapi, fakta di lapangan bisa saja berbeda. Tugas berat yang disandang oleh Tim Densus bukan mustahil memaksa mereka untuk bertindak di luar kebijakan yang sudah dibuat.

"Itu berpengaruh pada mereka dan itu (pelanggaran HAM), sudah fakta lama," cetusnya.

Ali mengapresiasi kejujuran Polri karena berani membuka adanya pelanggaran HAM oleh oknum Tim Densus 88. Menurutnya, Polri tentu sudah menimbang baik atau buruk saat menyatakan hal itu. "Pengakuan itu sudah poin plus. Ini yang dibutuhkan masyarakat," paparnya.

Artinya, kata dia, sudah ada keterbukaan dari Polri dalam pemberantasan terorisme. Hal ini bukan tak mungkin Polri akan mendapat dukungan dari masyarakat dalam memberangus teroris. Masyarakat akan menyadari jika operasi di lapangan tidak terlepas dari human error. "Sudah susah untuk menutupi karena peran media sudah sangat besar," kata dia.

Penyebab banyaknya pelanggaran HAM di lapangan, kata Ali, sangat beragam. Di antaranya, informasi tentang target yang ingin ditangkap tidak akurat atau tugas yang dibebankan sangat berat. "Ini akan membuat tingkat emosional tidak stabil," ungkapnya.

Sebab itu, untuk mencegah kesalahan di lapangan, diperlukan adanya pembinaan emosi, dan spritual. Selain itu, anggota Densus juga harus mendapatkan informasi yang akurat tentang target sebelum turun ke lapangan.

"Saya pikir kesalahan itu tidak lepas dari kesalahan tim Teknologi Informasi (TI) dalam mengidentifikasi. Info yang akurat itu tetap pengakuan dari pihak yang sudah tertangkap," pungkasnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.380 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.466 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    924 respon

Total Respon: 9.770
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft