okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Sun, 17 Mar 2013 02:05:39 GMT | By tri, okezone.com

Ini 3 Skenario Koalisi Capres 2014



Ini 3 Skenario Koalisi Capres 2014

JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memperkirakan akan ada tiga skenario besar koalisi pencapresan yang akan terjadi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

Tiga skenario itu bisa terjadi jika aturan syarat minimal pencapresan tetap merujuk pada Undang-Undang nomor 42 tahun 2008, syarat minimal pencapresan adalah partai atau gabungan partai yang memenuhi minimal 25 persen suara sah pemilu, atau 20 persen kursi parlemen.

Peneliti LSI, Adjie Alfaribi menyebutkan skenario pertama yaitu Golkar dan koalisinya. Jika perolehan Golkar pada Pemilu 2014 mencapai 22 persen, maka besar peluang Golkar untuk mengusung capres sendiri dari internal partai. Saat ini, Golkar sudah mengusung ketua umumnya Aburizal Bakrie (Ical) sebagai capres.

Selain itu, dengan perolehan suara 22 persen, Golkar diperkirakan memperoleh di atas 120 kursi di DPR. Dengan syarat itu, maka Golkar bisa mengajukan capres dan cawapres sendiri tanpa koalisi.

"Artinya Golkar akan lebih leluasa untuk memilih cawapres mendampingi Ical," kata Adjie dalam konferensi pers bertema "Krisis Capres dan Cawapres Partai Islam. Siapakah Pasangan Capres dan Cawapres Terkuat Pemilu 2014" di kantor LSI Rawamangun, Jakarta, Minggu (17/3/2013).

Jika bisa mengajukan capres sendiri, Golkar dipastikan akan mempertimbangkan dua nama yaitu Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) dan Mahfud MD. Dua nama tersebut disebut-sebut dilirik oleh Golkar untuk mendampingi Ical.

"Jika keduanya bersedia, maka Ical dan Golkar akan lebih memilih Jokowi ketimbang Mahfud MD. Jokowi dipilih karena popularitas dan mengisi perimbangan kekuatan berdasar etnis Jawa-non Jawa," tuturnya.

Skenario kedua, lanjut Adjie, yaitu PDIP dan koalisinya. Jika asumsinya bahwa suara PDIP adalah 18,8 persen sesuai dengan hasil survei LSI. Maka peluang PDIP memimpin koalisi capres dengan mengusung capres sendiri sangat besar. PDIP hanya butuh tambahan beberapa persen suara sah nasional atau kursi di DPR dari partai lainnya.

Tambah Adjie, sampai saat ini hanya Megawati yang berpeluang besar untuk dicalonkan oleh PDIP. Karena Megawati adalah ketua umum dan masih banyak dukungan kepadanya untuk maju sebagai capres.

"Dari berita media massa, Jusuf Kalla (JK) masuk sebagai salah satu nama yang dipertimbangkan PDIP sebagai cawapres. JK dalam beberapa kesempatan terlihat akrab dengan Megawati. JK juga bisa melengkapi syarat minimal dukungan pencapresan yang dibutuhkan PDIP," paparnya.

Skenario ketiga yaitu Partai Demokrat, Partai Gerindra dan koalisinya. Dengan perolehan suara Demokrat yang hanya 11,7 persen suara dan Gerindra 7,3 persen (berdasarkan survei LSI), maka kedua partai ini membutuhkan banyak tambahan suara untuk bisa membangun koalisi pencapresan diluar PDIP dan Golkar. Namun, koalisi pemimpin ini tetap Demokrat atau Gerindra.

"Di internal Demokrat tidak ada satupun kader atau anggota yang menonjol dalam survei, satu-satunya yang menonjol adalah Ani Yudhoyono. Tapi elektabilitasnya hanya 2,4 persen," tuturnya.

Dengan melihat perolehan suara Demokrat yang semakin menurun dan tidak ada kader menonjol, maka Demokrat dan SBY bisa saja akan mendukung capres dari partai lain dan hanya menggaransi posisi cawapres. Di sisi lain, Prabowo yang diusung Gerindra sebagai capres termasuk salah satu kandidat terkuat capres.

"SBY dikabarkan mulai melirik Prabowo sebagai alternatif. Jika SBY berkeinginan tetap menjaga trah militer dalam kepemimpinan nasional, maka Prabowo adalah kandidat terkuatnya," kata Adjie.

Lebih lanjut Adjie mengatakan, dalam pemberitaan Prabowo mulai membangun komunikasi politik dengan Hatta Rajasa. Prabowo pernah bertemu empat mata dengan Hatta di kediaman Menko Perekonomian itu. Namun, bukan tak mungkin pasangan Prabowo-Hatta adalah pasangan yang muncul di luar kekuatan poros Golkar dan PDIP.

"Kedua pasangan ini juga mungkin direstui oleh SBY," tutupnya.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    799 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.409 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    176 respon

Total Respon: 4.384
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft