okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Fri, 01 Jun 2012 19:12:39 GMT | By rizka, okezone.com

Gara-Gara Berita, Kantor Koran Lokal di Ternate Diserang Preman



Gara-Gara Berita, Kantor Koran Lokal di Ternate Diserang Preman

TERNATE - Aksi kekerasan yang mengancam kebebasan pers kembali terjadi. Kali ini, kantor surat kabar harian Posko Malut di Ternate, Maluku Selatan diserang oleh oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Malut, Isak Naser.

Isak menyambangi kantor media tersebut dengan membawa sejumlah preman yang sudah dalam keadaan mabuk berat, dan mengobrak abrik se isi kantor.

Penyerangan Kantor Harian Posko Malut ini merupakan buntut dari pemberitaan yang menyebut Ishak Naser bagi-bagi uang Ranperda tahun 2011 pada sebuah berita edisi Rabu 16 Mei lalu.

Berdasarkan keterangan Pimpinan Redaksi harian Posko malut, Burhan Ismail, peristiwa penyerangan ini terjadi sekira pukul 20.30 Wit. Kantor harian Posko malut beralamat di Jalan Toboko, Kota Ternate Selatan, bertepatan dengan rapat jajaran redaksi terkait pergantian Redaktur Pelaksana Harian Posko Malut dari Ansar Madi kepada Redaktur Pelaksana Baru Yamin Abd Hasan.

Isak Naser dan puluhan preman ini yang tak puas dengan pemberitaan tersebut langsung mencari Burhan Ismail, Pemimpin Redaksi Posko Malut, dan Redaktur Pelaksana Yamin Abdul Hasan, serta sejumlah kru redaksi. Kedatangan Isak Naser yang menjabat sebagai Wakil Komisi II DPRD Provinsi Malut, bersama puluhan preman ini disambut baik oleh Pemred Posko Malut.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebihi 20 menit itu, massa Isak Naser mempertanyakan siapa reporter yang menulis berita yang menurut mereka tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu.

"Kami hanya pertanyakan berita yang setahu Ishak Naser, tidak pernah dikonfirmasi, "kata salah seorang di antara massa preman itu, Kamis (31/5/2012) malam.

Mereka juga menyoal kuitansi yang termuat ternyata jumlahnya berbeda dengan isi pemberitaan. Setelah pertemuan tersebut, massa kemudian meminta Pemred segera menghadirkan reporter yang menulis berita untuk ditanya seputar kebenaran konfirmasinya.

Namun, Burhan menolak menghadirikan reporter tersebut. Massa pun kemudian marah dan mengobrak abrik seisi ruangan Posko malut. Akibatnya, beberapa meja dan kursi mengalami kerusakan yang cukup serius.

Sebagaimana diketahui, Harian Posko Malut, menyajikan berita seputar kasus dugaan bagi-bagi uang Ranperda tahun 2011 yang diduga mengalir ke kantong Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Malut, Isak Naser senilai Rp1,8 miliar dari total anggaran Rp3 miliar.

Kini, kasus tersebut tengah diselidiki oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus tersebut. Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Robert Jimmy, saat dikonfirmasi kemarin diruang kerjanya, membenarkan kasus tersebut dalam tahap penyelidikan. Pihaknya sudah memeriksa tiga orang saksi yakni Sekwan Ibrahim Arif, Bendahara Sekwan Amin Kadir dan Karo Hukum Setda Provinsi Malut Farid Jumati.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    689 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    2.893 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    157 respon

Total Respon: 3.739
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft