okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Fri, 19 Apr 2013 08:10:14 GMT | By bahol, okezone.com

DPR Desak Kominfo Blokir Video Pelecehan Salat



DPR Desak Kominfo Blokir Video Pelecehan Salat

JAKARTA - Aksi Kelima siswi berseragam olahraga bertuliskan "SMA Negeri 2 Toli-Toli" yang memperagakan pelecehan gerakan salat yang beredar di situs Youtube, disesalkan banyak pihak. Pasalnya, aksi tersebut telah melukasi umat mulsim karena ritual yang disakralkan telah dinodai.

"Terkait dengan video yang diunggah ke sebuah media sosial, melihat kontennya pasti melukai umat muslim yang merupakan agama mayoritas penduduk indonesia. Karena sakralitas ritual ibadah dinodai dengan gerakan parodi," kata Anggota Komisi VIII DPR, Ingrid Maria Palupi Kansil kepada Okezone, Jumat (19/4/2013).

Dia menyesalkan apa yang dilakukan oleh beberapa anak muda karena telah menodai agama. Bagi Ingrid, aksi tersebut menunjukkan terjadinya degradasi moral di kalangan anak muda.

"Terlepas memang fitrahnya anak muda yang sifat keingintahuannya tinggi dan tampil beda, tapi saya rasa sangat tidak tepat menyalurkan minat dan bakatnya. Saya sangat prihatin karena ini menunjukan degradasi moral di generasi muda yang tentunya adalah harapan bangsa di masa yang akan datang," jelas dia.

Istri dari Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan ini mendesak agar Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) segera menutup serta memblokir tayangan di situs sosial tersebut. Disamping itu, pihak sekolah harus memberikan bimbingan agar remaja tersebut memiliki rasa keimanan yang tinggi.

"Oleh karena itu yang pertama saya menghimbau agar Kominfo segera menutup serta memblokir tayangan video tersebut, kedua untuk anak-anak pemeran video hendaknya diberikan bimbingan konseling yang intens sehingga ada sebuah penyadaran serta revitalisasi keimanan dalam diri mereka," imbuhnya.

"Secara khusus saya juga berharap jika pada bulan Juli ini Kurikulum (Kurikulum Tematik Intregatif) yang baru akan diberlakukan, dimana dalam kurikulum baru itu ada penambahan jam belajar bidang studi agama yang menjadi empat jam, ada progresifitas pada keimanan siswa-siswi kita, sehingga bentuk-bentuk kenakalan remaja dapat diredam seiring bertambahnya pengetahuan dan wawasan keagamaan mereka," pungkasnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.358 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.413 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    918 respon

Total Respon: 9.689
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft