okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Mon, 06 Feb 2012 18:09:18 GMT | By amril, okezone.com

Surat Resmi Pengacara Nazar Sebelum Angie Jadi Tersangka



Surat Resmi Pengacara Nazar Sebelum Angie Jadi Tersangka

JAKARTA _ Kuasa hukum M. Nazaruddin, Elza Syarif mengaku pernah mengirim surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebelum menetapkan Politikus Demokrat Angelina Sondakh sebagai tersangka kasus Wisma Atlet.

Surat itu ditujukan kepada pimpinan KPK agar segera menetapkan nama Angelina Sondakh dan I Wayan Koster sebagai tersangka kasus Wisma Atlet.

"Betul, sebelumnya kami sudah mengirim surat ke pimpinan KPK agar menetapkan tersangka kepada pelaku yang lain, dengan mengacu pada keterangan saksi-saksi di persidangan," kata Elza saat dikonfirmasi okezone, Senin (6/2/2012).

Elza mengaku bersyukur, KPK sudah selangkah lebih maju dengan menetapkan Angie (biasa Angelina Sondakh disapa) sebagai tersangka.

Berikut surat resmi yang diajukan tim kuasa hukum Muhammad Nazaruddin kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka, seperti yang diterima okezone.

TIM ADVOKASI

MUHAMMAD NAZARUDDIN, SE.

Hal : Memohon keadilan dan perlakuan yang sama

di mata hukum dalam kasus Wisma Atlit

Kepada Yth. :

Bpk. Ketua dan Wakil Ketua KPK

di- tempat

Perkenankanlah kami, Tim Advokasi M. Nazaruddin, SE (Terdakwa dalam perkara pidana Korupsi No. 69/Pid.B/TPK/2011/PN.Jkt.Pst) memohon kepada Bapak untuk mendapatkan suatu keadilan dan persamaan kedudukan di mata hukum (asas equality before the law) terhadap penanganan kasus Wisma Atlit.

Bahwa kami sangat berharap Bpk, dkk sebagai Pimpinan KPK dapat menerapkan asas equality before the law atas penanganan kasus Wisma Atlit dimana dalam penanganan kasus korupsi, KPK berpegang atas 2 (dua) alat bukti saja untuk menetapkan seseorang berstatus Tersangka.

Membaca berkas perkara atas nama M. Nazaruddin, SE terhadap keterangan saksi-saksi di BAP tersebut, sejujurnya kami berpendapat bahwa seharusnya KPK sudah dapat menetapkan Tersangka yang lain dalam perkara Wisma Atlit yang didasarkan pada 2 (dua) alat bukti dulu sebelum persidangan M. Nazaruddin, SE.

Terlihat Penyidik tidak berusaha mengungkap pelaku-pelaku korupsi yang lain, semata-mata targetnya hanya kepada M. Nazaruddin, SE saja, sehingga keterangan M. Nazaruddin, SE tidak pernah digali secara detail tentang kasus Wisma Atlit untuk menjerat Tersangka lain. Terbukti dalam BAP M. Nazaruddin, SE, hanya ditanya soal pelariannya saja yang tidak ada hubungannya dengan Wisma Atlit.

Bahwa dengan telah diperiksanya beberapa Saksi di persidangan M. Nazaruddin, SE, maka makin jelas dan terang benderang siapa pelaku tindak pidana korupsi yang lain dalam kasus Wisma Atlit yang wajib ditetapkan sebagai Tersangka.

Sebelumnya kami sebagai Tim Advokasi M. Nazaruddin, SE memohon ma'af kepada Pimpinan KPK, bahwa kami bukan bertujuan untuk mendikte KPK, tetapi semata-mata, Klien kami memohon suatu keadilan dan persamaan hak dan kewajiban dimata hukum.

Sesuai keterangan Saksi-Saksi dibawah sumpah dan bukti-bukti yang diajukan di persidangan, maka dapat dianalisa adanya pelaku tindak pidana yang lain dalam kasus Wisma Atlit dengan alat bukti lebih dari 2 (dua) alat bukti.

Hal tersebut dapat kami sampaikan sebagai berikut :

A. ANGELINA SONDAKH dan I WAYAN KOSTER

1. Keterangan Saksi Mindo Rosalina Manulang alias Rosa di bawah sumpah menerangkan antara lain :

a. - Saksi selalu berhubungan dengan Angelina Sondakh berkaitan untuk menggoalkan

anggaran Proyek Wisma Atlit di Banggar DPR-RI yang diatur dengan kewenangan

Ketua yang dimaksud adalah Ketua Fraksi Demokrat (Mahyudin) dan Ketua Besar yaitu

Ketua Banggar DPR-RI (Marwan Amir) dengan pengurusan oleh Bali (I Wayan Koster)

- Meminta kepada Yulianis untuk mengirim dana sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua

milyar rupiah) dan Rp. 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah) ke Senayan yang dimaksud

I Wayan Koster dan Angelina Sondakh

- Menerima nama utusan Angelina Sondakh kepada Rosalinda Manullang untuk

penerimaan dana Jeffry beserta nomor HPnya dan Yulianis berhubungan langsung

dengan Jeffry soal teknis pengiriman dana.

- Jeffry juga berhubungan dengan Rosalinda Manullang dan Yulianis untuk soal

penyerahan dana.

- Menyerahkan dana senilai US 50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika) kepada

I Wayan Koster di ruangan I Wayan Koster di Lantai 6 dimana saat itu ada I Wayan

Koster dan Angelina Sondakh.

b. - Barang Bukti adalah BBM yang diakui oleh Rosalinda Manullang sebagai percakapan antara Angelina Sondakh dengan Rosalinda Manullang.

2. Keterangan Saksi Yulianis di bawah sumpah menerangkan antara lain :

a. - Memerintahkan Oktarina Furi untuk mengeluarkan dana dari brankas sebesar

Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah) dan Rp. 5.000.000.000,- (lima milyar

rupiah) untuk diserahkan ke Senayan dalam rangka membeli Proyek Wisma Atlit

dan menggiring Proyek Wisma Atlit sesuai permintaan Rosa di dasarkan permintaan

Angelina Sondakh agar anggaran proyek Wisma Atlit dapat berhasil.

- Menyiapkan dan membungkus dana sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah)

dan Rp 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah) bersama Oktarina Furi dan memerintahkan

Lutfi (supir Yulianis), Teguh Kurniawan (Security) untuk menyerahkan dana kepada

Angelina Sondakh dan I Wayan Koster sesuai petunjuk Rosa.

Demikian juga penyerahan dana senilai Rp 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah) dikirim

oleh Lutfi, Dadang dan Bari.

b. - Membuat catatan pengeluaran dana untuk proyek-proyek

- Menerima Tanda Terima dana kepada I Wayan Koster dan Angelina Sondakh.

3. Keterangan Saksi Oktarina Furi dibawah sumpah menjelaskan :

- Mengeluarkan dana dari bankas senilai Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah) dan Rp3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah) untuk dikirim kepada Angelina Sondakh dan I Wayan Koster atas perintah Yulianis.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.970 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.262 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    738 respon

Total Respon: 7.970
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft