Tue, 03 Jan 2012 11:41:36 GMT | By beritasatu.com

Walikota Solo Pilih Mobil Dinas Buatan SMK

Mobil sport utility vehicle (SUV) berwarna hitam ini merupakan buatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo,Jawa Tengah.


Jokowi (© Beritasatu)

Wali Kota Solo, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, lebih memilih mobil buatan dalam negeri bertitel Kiat Esemka.Mobil sport utility vehicle (SUV) berwarna hitam ini merupakan buatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo,Jawa Tengah.

Mobil dinas Toyota Camry yang sudah digunakan Wali Kota selama 11 tahun akhirnya pensiun dan diganti mobil baru. "Yang lain saya tidak mau memakai,tapi kalau yang ini mau," ujar Jokowi di halaman Balai Kota Solo, Senin (2/1) seperti ditulis laman beritasatu.com.

Mobil Kiat Esemka ini dirakit pengusaha automotif dalam negeri, yakni Kiat Motor, Klaten. Dengan dapur pacu 1.500 cc, mobil berbahan bakar premium irit bahan bakar ini digadang-gadang mampu bersaing dengan mobil sejenis buatan luar negeri. Kiat Asemka menggunakan komponen lokal hingga 80 persen.

Harga Kiat Esemka cukup kompetitif. Dengan perhitungan produksi massal, satu unit Kiat Esemka dibanderol hanya Rp 95 juta. Tapi untuk dua mobil dinas Kepala Daerah Kota Solo, ongkos produksinya mencapai Rp 350 juta per unit. "Itu karena prototype, jadi lebih mahal. Perakitannya selama tiga bulan," ungka pemilik Kiat Esemka, Sukiat.

Kiat Motor telah memproduksi 10 mobil serupa. Mereka bekerja sama dengan 10 SMK di wilayah Surakarta. Di antaranya, SMKN 2 Surakarta,SMK Warga Surakarta,SMK N 5 Surakarta dan SMK N 1 Trucuk,Klaten.

Menurut Sukiat, dia dan Wakli Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menjadi kepala daerah pertama di Indonesia yang memakai mobil dinas produksinya. "Kami berharap setelah Pak Jokowi dan Pak Rudy mau memakai mobil rakitan dari anak-anak SMK di Solo Raya, nantinya bisa berkembang dengan baik dan para pejabat lainnya juga mau mengikuti menggunakan mobil ini untuk dinas maupun pribadi," kata Sukiat.

Penulis: Whisnu Bagus

Sumber:Antara

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.940 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.169 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    724 respon

Total Respon: 7.833
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft