okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Wed, 10 Apr 2013 05:47:57 GMT | By m.syaifullah, okezone.com

Aksi Penyerangan Pesantren Al Idrisiyyah Menuai Kecaman



Aksi Penyerangan Pesantren Al Idrisiyyah Menuai Kecaman

JAKARTA - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengecam aksi penyerangan terhadap Pondok Pesantren Al Idrisiyyah, Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat, oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan anggota ormas Islam.

Aksi penyerangan tersebut dinilai sama sekali tidak mencerminkan masyarakat yang berbudaya, terlepas apapun motifnya. "Sebagaimana kita maklumi, tindakan anarkis dan main hakim sendiri itu tidak dibenarkan secara hukum, apalagi terhadap lembaga pendidikan Islam, yaitu pesantren," ungkap Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam melalui keterangan tertulis kepada Okezone di Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Anam menjelaskan, aksi kekerasan berupa penyerangan oleh sekelompok ormas Islam secara tidak langsung telah merusak citra pesantren secara keseluruhan. Citra pesantren yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan, keagamaan, dan budaya yang telah berabad-abad eksis di nusantara telah dirugikan dengan aksi penyerangan tersebut.

Ironisnya aksi penyerangan itu justru dilakukan oleh ormas Islam yang semestinya menjaga eksistensi dan marwah pesantren. Secara khusus aksi penyerangan itu akan berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pondok pesantren dan institusi pendidikan keislaman lainnya.

Ditambahkannya, pesantren, ormas, dan komunitas muslim lain semestinya menjadi cermin moral dalam kehidupan masyarakat bukan justru menunjukan sikap saling menghujat, menjatuhkan dan membenarkan aksi kekerasan untuk melemahkan sekaligus membungkam kelompok lain apalagi yang menjadi korbannya adalah pondok pesantren yang merupakan lembaga pendidikan Islam yang lahir dari kultur budaya tradisi keislaman khas Indonesia.

"Kami akan menggalang solidaritas kaum santri untuk mengecam kejadian yang dialami Pondok Pesantren Al Idrisiyyah Kota Tasikmalaya," tegas Anam.

Maka dari itu, PP IPNU meminta aparat pemerintahan menindak tegas ormas yang berperilaku anarkis serta menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku kekerasan tersebut agar menjadi pelajaran dikemudian hari.

Beberapa komunitas santri yang notabene alumni pondok pesantren pun menyayangkan kejadian di Tasikmalaya tersebut. Azhar Arsyad alumni Pesantren DDI Sulsel yang juga Sekjend PB DDI mengungkapkan bangsa ini kuat karena keberadaan pondok pesantren.

"Kita sebagai santri harus menjaga nama baik pesantren dari stigma buruk yang sengaja dilekatkan," ujarnya.

Penegasan serupa muncul dari peneliti SMRC A. Marbawi S Katon yang juga jebolan Pesantren Gontor. "Pesantren adalah benteng pertahanan bangsa kita yang harus kita bela, kapan dan dimanapun, kita prihatin dengan kejadian di Tasikmalaya kemarin," ujarnya.

Lontaran keprihatinan juga muncul dari Dr. Firdaus, Ketua Ikatan Alumni Pesantren An Nahdlah (IAPAN) Makassar. Menurut dia, tugas santri adalah membendung stigmatisasi terhadap dunia pesantren ditengah berbagai upaya kelompok yang ingin mengumbar citra buruk pesantren. "Kita harus solid," cetusnya.

Sementara itu, alumnus salah satu Pondok Pesantren di NTB Zamroni yang juga Ketua Majelis Alumni IPNU NTB menyatakan turut prihatin atas insiden ini. "Kita tidak ingin lembaga pesantren dirusak dengan persoalan tidak jelas, kami mohon agar polisi mengusut tuntas," pintanya.

Aksi penyerangan terhadap pesantren yang berlokasi di Jalan Raya Tasikmalaya-Bandung, Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya itu terjadi pada Sabtu 6 April 2013 sekira pukul 23.00 WIB.

Saat itu massa Ormas Islam tiba-tiba melakukan penyerangan dengan merusak kaca mini market pesantren, kemudian melempari batu ke arah lingkungan pesantren sehingga menyebabkan sejumlah santri terluka. Aksi massa diduga dipicu adanya kabar bahwa salah seorang guru pesantren melakukan pencabulan dan penistaan agama.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.838 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.879 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    685 respon

Total Respon: 7.402
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft