okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2013, All Rights Reserved)
Updated: Thu, 18 Apr 2013 12:24:52 GMT | By tri, okezone.com

3 Jenderal Calon Kuat Kapolri



3 Jenderal Calon Kuat Kapolri

JAKARTA - Jenderal Polisi Timur Pradopo akan segera memasuki masa pensiun dari jabatan Kepala Kepolisian RI (Kapolri). Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjagokan tiga nama jenderal untuk menggantikan posisi Timur.

"Sutarman, Anang Iskandar dan Budi Gunawan," kata anggota Kompolnas, Edi Saputra Hasibuan saat ditanya Okezone siapa calon kuat Kapolri, Rabu (17/4/2013).

Tapi, menurutnya, bisa saja ada nama lain jika ada bintang dua mendapat job kemudian jadi bintang tiga. "Artinya selama tidak ada pengangkatan tiga orang ini saja," ungkapnya.

Lanjut Edi, syarat untuk jadi Kapolri sesuai Undang-Undang (UU) nomor 2 tahun 2002 yakni Perwira Tinggi Polri. Kendati sudah mengantongi nama yang dijagokan, Edi mengatakan, Kompolnas menyiapkan delapan atau sembilan nama untuk diajukan ke Presiden.

"Yang diajukan mungkin ada delapan atau sembilan nama. Ada jenderal bintang tiga dan jenderal bintang dua," ujarnya.

Komjen Pol Sutarman saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri. Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah itu menggantikan posisi yang ditinggalkan Ito Sumardi itu pada 6 Juli 2011 lalu.

Sedangkan Komjen Pol Anang Iskandar saat ini duduk sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Sejumlah jabatan penting pernah dipegang pria 54 tahun itu sebelum menjadi kepala BNN, seperti gubernur Akpol, Kadiv Humas Polri dan Kapolda Jambi.

Sementara itu, Komjen Pol Budi Gunawan saat ini menjabat sebagai Kalemdikpol. Sebelumnya jenderal bintang tiga itu pernah menjabat sebagai Kapolda Bali dan Kadiv Propam Polri.

Seperti diketahui, Timur Pradopo dipercepat masa pensiunnya, seharusnya dia memasuki masa pensiun Januari 2014, namun SBY mempercepatnya menjadi tahun ini. SBY menginginkan Kapolri baru segera dipilih agar Kapolri terpilih nanti bisa segera mempersiapkan pengamanan jelang Pemilu 2014.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.384 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.481 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    927 respon

Total Respon: 9.792
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft