Mon, 02 Sep 2013 18:45:00 GMT | By PlasaMSN, Merdeka.com
Ngaben Massal di Gianyar Bali

Sebanyak 63 jenazah di bakar dalam acara ngaben di Gianyar Bali.



Ngaben Massal di Gianyar Bali (© EPA/MADE NAGI)
Next
Previous
Previous
  • Ngaben Massal di Gianyar Bali (© EPA/MADE NAGI)
  • Ngaben Massal di Gianyar Bali (© EPA/MADE NAGI)
  • Ngaben Massal di Gianyar Bali (© EPA/MADE NAGI)
  • Ngaben Massal di Gianyar Bali (© EPA/MADE NAGI)
  • Ngaben Massal di Gianyar Bali (© EPA/MADE NAGI)
  • Ngaben Massal di Gianyar Bali (© EPA/MADE NAGI)
  • Ngaben Massal di Gianyar Bali (© EPA/MADE NAGI)
  • Ngaben Massal di Gianyar Bali (© EPA/MADE NAGI)
Next
EPA/MADE NAGIShow Thumbnails
Previous1 of 11Next
Bagikan galeri ini

Para kaum pria membawa sarkofagus dalam bentuk kerbau  dalam acara ngaben massal di Gianyar, Bali, Indonesia, 02 September 2013. Warga Desa Pekraman (Adat) Sema, Desa Melinggih Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, menggelar ngaben massal. Ngaben tersebut melibatkan 63 sawa (kerangka jenazah) satu di antaranya ada yang baru meninggal tiga hari menjelang kegiatan digelar.

"Persiapan dilakukan sejak sebulan yang lalu, dan upacara pengabenan massal itu dilakukan di kuburan desa adat setempat, hari ini," kata Ketua Panitia Ngaben massal tersebut I Nyoman Wirya yang juga bendesa adat Pekraman Sema di sela-sela kesibukannya, seperti dikutip dari Antara, Senin (2/9).

Ia mengatakan warga yang memiliki sawa terdiri atas berbagai keturunan (soroh) seperti Sangging, Psek, Bendesa Mas dan Brahmana membaur dalam kegiatan ngaben massal tersebut.

"Mereka membaur menjadi satu yang dibuatkan tempat khusus 'pekarangan' sebagai simbul kebersamaan dalam perbedaan keturunan," tutur I Nyoman Wirya.

Warga Desa Pekraman (Adat) Sema yang berjumlah 437 kepala keluarga semuanya terlibat dalam persiapan ngaben massal tersebut dan masing-masing ikut menanggung biaya sebesar Rp 793.000 per kepala keluarga. Pengumpulan dana itu dilakukan dengan cara mencicil yang kemudian disimpan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) atau lembaga keuangan desa, sehingga semuanya menjadi mudah dan ringan.

I Nyoman Wirya menjelaskan, rangkaian kegiatan ngaben massal yang dipuput (dipimpin) sejumlah pedanda itu masih akan berlanjut pada 14 September mendatang untuk menggelar upacara 'Nyekah' yang dilanjutkan dengan 'nganyut' ke Pantai Goa Lawah, Klungkung.

Ngaben massal Desa Pekraman Sema merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap lima tahun sekali menjelang pelaksanaan ritual berskala besar Karya Agung Pancawali Krama di Pura Besakih.

Ngaben massal merupakan lambang persaudaraan agung yang tumbuh dari rasa kebersamaan dalam 'menyama beraya' (persaudaraan) antar sesama umat manusia, sekaligus landasan kehidupan sehari-hari yang dijalani.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    4.934 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.181 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    434 respon

Total Respon: 6.549
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft