Merdeka Politik News Feed
Updated: Sun, 12 May 2013 18:16:21 GMT | By Merdeka Politik News Feed

Sutan Bhatoegana: Fahri Hamzah sedang galau, ngomong asal-asalan



Berita Satu


MERDEKA.COM, Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah geram ketika partainya disebut sebagai partai korup dan harus segera dibubarkan. Fahri pun menuding bahwa Partai Demokrat justru lebih buruk ketimbang partainya dalam kasus korupsi. Sebab, dia menilai, dalam kasus suap impor daging sapi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, sama sekali tidak ada uang yang mengalir ke kas PKS.


Mendengar tudingan yang dilontarkan Fahri Hamzah, Partai Demokrat pun tidak tinggal diam. Mereka menyerang balik Fahri dan menyebut saat ini para kader PKS sedang galau karena terlibat dalam kasus korupsi.


Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, saat ini kondisi Fahri Hamzah sedang tertekan. Sehingga, menurut Sutan, tuduhan yang dilontarkan Fahri tidak perlu diambil pusing.


"Fahri Hamzah itu lagi panik, galau dan tertekan, jadi ngomong pun asal-asalan saja," jelas Sutan kepada merdeka.com, Minggu (12/5).


Sutan pun meminta agar koleganya di Komisi VII DPR itu mengurus partainya sendiri ketimbang mencampuri urusan internal Partai Demokrat. "Semestinya Fahri Hamzah ngurus partainya sendiri saja itu lebih baik, dan jangan membawa-bawa nama partai lain apalagi bicara tentang Partai Demokrat," imbuhnya.


Ketua Komisi VII DPR ini juga memastikan bahwa tuduhan Fahri tersebut sama sekali tidak benar. Karena menurut Sutan, kasus Wisma Atlet maupun Hambalang tidak sama sekali berkaitan dengan Demokrat.


"Kita sudah pastikan bahwa Partai Demokrat tidak ada sangkut pautnya dengan kasus Hambalang maupun wisma Atlet, dan ini sudah terbukti di pengadilan. Oleh sebab itu sudah semestinya Fahri Hamzah tidak menyinggung nama Partai Demokrat, kurang elok sebagai sesama anggota koalisi," tutur dia.


Namun demikian, Sutan pun tetap mendoakan agar PKS dapat segera keluar dari cobaan berat yang sedang dialami saat ini. "kita doakan saja agar PKS dapat segera keluar dari cobaan yang dihadapinya," sindir Sutan.


Diketahui, Wasekjen PKS Fahri Hamzah menegaskan, tidak ada aliran uang dari Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq masuk ke PKS. Karena itu, sebagai partai politik yang berbadan hukum tidak bisa dibekukan tanpa dasar bukti yang jelas.


"Adili dulu Partai Demokrat. Dalam persidangan Grup Permai diangkut ke Bandung, sudah ada kesaksian, mobil boks. Sudah bubarin saja dulu Partai Demokrat baru bicara PKS," kata Fahri di Kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (11/5).


Bahkan dia menyarankan agar KPK membekukan Partai Demokrat karena sudah ada bukti aliran dana. "Kalau Anda mau periksa harus SBY dulu, selesai. Karena uang itu jelas mengalirnya. Semua sekuriti dan saksi sudah jelas," katanya.


"Bekukan dulu Partai Demokrat melalui pembiayaan kongres, melalui Nazar dan kawan-kawan," imbuhnya.


Sumber: Merdeka.com


0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.965 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.238 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    736 respon

Total Respon: 7.939
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft